Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sidang Ini Ungkap Teka-teki Benjol "Bakpao" Setnov
    News

    Sidang Ini Ungkap Teka-teki Benjol "Bakpao" Setnov

    March 26, 2018No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sidang Ini Ungkap Teka-teki Benjol "Bakpao" Setnov

    Kondisi Tersangka E-KTP, Setya Novanto di rumah sakit setelah mobilnya nabrak tiang listrik

    Jakarta – Nana Triatna, perawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau memastikan tak ada benjolan `bakpao` dan luka serius saat Setya Novanto (SN) masuk rumah sakit Medika Permata Hijau pada 16 November 2017. Nana memastikan hal itu setelah melihat langsung kondisi Novanto.

    Hal itu dipastikan Nana saat bersaksi untuk Bimanesh selaku terdakwa merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/3/2018). Novanto diketahui diboyong ke rumah sakit tersebut setelah diklaim mengalami kecelakaan mobil.

    Dalam persidangan, Nana mengaku melihat langsung kondisi Novanto saat dokter Bimanesh Sutarjo sedang memeriksa mantan Ketua DPR RI itu. Pemeriksaan dilakukan saat ‎terdakwa korupsi proyek e-KTP itu terbaring di atas tempat tidur Kamar VIP nomor 323, lantai 3 RS Medika Permata Hijau.

    “Tidak luka, tidak ada benjolan,” ungkap Nana. ‎

    Terkait ada atau tidaknya benjolan pada bagian kepala Novanto, majelis hakim kembali memastikannya kepada Nana. Kepada majelis hakim, Nana kembali menegaskan bahwa tak ada benjolan seperti yang disampaikan Fredrich Yunadi selaku kuasa hukum Novanto saat itu.

    “Iya, tidak ada benjolan gede, enggak ada. Kalau luka saya tidak terlalu memperhatikan, tapi benjolan itu saya lihat enggak ada,” kata perawat yang sudah bekerja 22 tahun di RS Medika Permata Hijau itu.
    ‎
    Menurut Nana, ada perawat lain yakni Indri Astuti saat Novanto ‎diperiksa oleh dokter Bimanesh di kamar VIP nomor 323. Nana mengaku tak memperhatikan apakan Novanto saat itu sudah diinfus. Namun, Nana sempat ‎melihat dr Bimanesh memeriksa perut Novanto. ‎”Saya hanya sebentar, langsung keluar lagi,” ujar dia.

    Dalam kesempatan ini, Nana juga mengaku melihat saat Novanto tiba di RS Medika Permata Hijau dengan wajah sudah ditutup selimut. Novanto, diakui Nana, langsung dibawa ke Kamar VIP Nomor 323 dan tak masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

    Hal itu juga diamini oleh saksi lain Apri Sudrajat. ‎Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Medika Permata Hijau itu mengakui jika pihaknya mendapat instruksi agar Novanto langsung dibawa ke kamar inap tanpa harus lewat IGD.‎ Titah itu disampaikan oleh dokter Bimanesh Sutarjo kepada Apri dan dokter Michael Chia Cahaya, yang merupakan Kepala IGD.

    Dikatakan Apri, dirinya mendapat informasi ada pasien yang baru datang dari petugas keamanan rumah sakit.Apri membenarkan pasien itu adalah Novanto setelah melihat dan membuka sedikit selimut yang menutupi wajah pasien itu. Nova nto yang ditutupi selimut itu langsung dibawa ke ‎Kamar VIP nomor 323, lantai 3 RS Medika Permata Hijau.

    “Saya arahkan langsung ke lantai 3, itu intruksi dari dokter Michael, menurut dokter Michael itu intruksi dari dokter Bimanesh,” ujar Apri.

    Sebelum Novanto tiba, kata Apri, Fredrich lebih dulu datang ke IGD sekitar sore hari sebelum Magrib. Fredrich, kata Apri, saat itu meminta agar diagnosis klaiennya saat itu mengalami kecelakaan mobil.

    Apri mengklaim saat itu menolak permintaan tersebut lantaran bukan kapasitasnya. Apri kemudian  memanggil dokter Michael yang merupakan kepala IGD.

    Dokter Michael, kata Apri, juga sat itu menolak untuk membuat diagnosis kecelakaan mobil untuk Novanto. Michel juga meminta Fredrich ke luar IGD.

    “Terus orang itu (Fredrich) bilang, nanti ada klien saya datang tolong dibuat diagnosis kecelakaan. Maaf pak itu bukan ranah kami, itu ranah dokter,” terang Apri.

    Setelah Fredrich ke luar dari IGD, lanjut Apri, dokter Michael menghubungi dokter Bimanesh. Namun, kata Apri, saat tak tersambung. Tak beberapa lama kemudian, sambung Apri, kemudian datang dokter Bimanesh menemui dokter Michael.

    “Setelah magrib Datang Bimanesh ke IGD,” ucap Apri.‎

    Fredrich sebelumnya menyebut Novanto mengalami luka-luka dan ada benjolan sebesar bakpao di kepalanya. Itu disampaikan Fredrich usai kabar Novanto mengalami kecelakaan mobil bersama mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch pada 16 November 2017 lalu.

    Diduga kecelakaan mobil yang dialami Novanto itu rekayasa untuk menghindari pemeriksaan KPK saat itu. Novanto kemudian diboyong ke RS Medika Permata Hijau, yang diduga telah diatur Bimanesh dan Fredrich.

    “Perlu MRI, luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao,” ungkap Fredrich di RS Medika Permata Hijau beberapa waktu lalu.

    Seperti diketahui, Bimanesh didakwa bersama Fredrich merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan merekayasa agar Novanto menjalani rawat inap di RS Medika pada 16 November 2017. Diduga rekayasa itu untuk menghindari pemeriksaan Novanto oleh penyidik KPK. Saat itu Novanto telah berstatus tersangka kasus dugana korupsi pengadaan e-KTP.

    TAGS : Fredrich Yunadi Setya Novanto Bimanesh

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/31211/Sidang-Ini-Ungkap-Teka-teki-Benjol-Bakpao-Setnov/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSidang Ini Ungkap Teka-teki Benjol "Bakpao" Setnov
    Next Article Dua Tahun Jadi Misteri, Kuburan Massal Pejuang FSA Ditemukan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.