JawaPos.com – Foto-foto kedekatan dua bintang K-Idol Jennie BLACKPINK dan V BTS yang beredar di media sosial berbuntut panjang. Meski keduanya digosipkan pacaran, namun belum ada pernyataan resmi dari mereka berdua. Pihak manajemen keduanya dan fans menilai tersebarnya foto itu sebagai pelanggaran privasi.
Foto mereka sedang makan malam bersama, liburan ke Pulau Jeju Korea Selatan dan mengenakan T-shirt yang serasi, hingga liburan ke New York menjadi gosip diantara fans mereka. V membahas foto-foto itu dalam wawancara radio baru-baru ini.
Dia memberi tahu pembawa acara Kim Eana bahwa dia telah melakukan perjalanan ke Pulau Jeju dengan dua teman pria, bukan seorang perempuan. Wajah orang-orang dalam gambar diburamkan, tetapi perusahaan produksi yang membuat dan mengelola Blackpink telah mengecam kebocoran tersebut.
YG Entertainment merilis pernyataan yang mengatakan telah meminta polisi untuk menyelidiki penyebarnya. “Jennie mengalami serangan pribadi, atas gambar tersebut,” kata agensi BLACKPINK seperti dilansir NewsWeek, Selasa (11/10).
“Kami akan mengambil semua tindakan hukum yang mungkin tanpa keringanan hukuman untuk mencegah hal lebih lanjut di masa depan,” kata YG seperti laporan Pop Culture.
“Foto-foto yang diedarkan secara online dirilis secara ilegal, terlepas dari niat di baliknya dan tanpa persetujuan dari individu yang terlibat,” ungkapnya.
Perusahaan di belakang BTS, BigHit Music, juga meluncurkan tindakan hukum akhir bulan lalu dengan bersumpah untuk mengadili pelaku aktivitas jahat yang terkait dengan BTS, meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan foto-foto yang bocor.
BigHit Music mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka membawa kasus itu ke ranah hukum.
“Kami baru-baru ini mengajukan pengaduan pidana tambahan terhadap posting serangan pribadi dan pencemaran nama baik menggunakan informasi baru yang diberikan oleh penggemar serta dikumpulkan melalui inisiatif pemantauan kami,” kata agensi BTS.
Perusahaan itu mengatakan telah menemukan banyak contoh rumor dengan niat buruk di berbagai platform dan telah mengajukan pengaduan pidana atas kiriman yang diunggah berulang kali. “Kami dapat mengidentifikasi tersangka dan kasusnya telah dikirim ke kantor kejaksaan. Kami ingin menekankan bahwa kami akan terus memulai tindakan tegas untuk memastikan bahwa tindakan jahat ini tidak terulang, dan kebijakan kami tentang tidak ada penyelesaian dan keringanan hukuman tetap berlaku,” jelasnya.
Credit: Source link




