Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»KPK Cecar Sekda Papua Soal Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana APBD
    News

    KPK Cecar Sekda Papua Soal Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana APBD

    October 19, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    KPK Cecar Sekda Papua Soal Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana APBD 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Ridwan Rumasukun. Dia dicecar tim penyidik KPK terkait pengetahuannya mengenai pengelolaan dan pemanfaatan dana APBD Provinsi Papua.

    Materi pemeriksaan yang sama juga turut didalami terhadap saksi lainnya yakni Pegawai Negeri Sipil / Bendahara Pengeluaran SETDA, Woro Pujiastuti; Staf Bendahara Keuangan Setda Pemprov Papua, Yance Paruba dan Sesno. Mereka diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/10) kemarin.

    “Keempat saksi penuhi panggilan tim penyidik, dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan dana APBD Provinsi Papua,” kata juru bicara KPK Ipi Maryati dalam keterangannya, Rabu (19/10).

    Pemeriksaan saksi ini guna mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diduga telah mentersangkakan Gubernur Papua Lukas Enembe. Namun, hingga kini KPK belum melakukan penahanan terhadap Lukas.

    Lukas beralasan sakit sehingga belum menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK. Lembaga antikorupsi yang dikomandoi Firli Bahuri itu bakal menjelaskan konstruksi perkara dan dugaan kerugian negara secara rinci jika akan melakukan penahanan terhadap Lukas.

    KPK juga belum membocorkan sangkaan Pasal terhadap Lukas. Sejauh ini, KPK baru akan membentuk tim medis khusus untuk memeriksa kesehatan Lukas Enembe.

    Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, pembentukan tim khusus dilakukan untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan Lukas Enembe.

    “Kita baru rapat, tim baru rapat kecil. Tapi, tim itu sudah segera terbentuk. Nanti kalau sudah terbentuk, maka tim ini akan melakukan agenda kegiatan,” ucap Firli di Jakarta, Selasa (18/10) kemarin.

    Menurut Firli, tim tersebut juga akan membantu kesehatan Lukas agar segera bisa memberikan keterangan di hadapan penyidik KPK. Mengingat keterangannya dianggap penting untuk membuat titik terang kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi di Provinsi Papua.

    “Melakukan untuk memastikan dan sekaligus membantu pemulihan kesehatan para pihak yang keterangannya dibutuhkan oleh KPK, terutama terhadap hak-hak tersangka harus kita penuhi. saya kira itu ya,” demikian Firli menandaskan.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePenggunaan mobil listrik di KTT G20 langkah nyata transisi energi
    Next Article Dukung KTT G20, Telkomsel Beber Kesiapan Jaringan dan Produk
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.