Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Meneropong Peluang Sektor Properti Tahun Depan
    Ekonomi

    Meneropong Peluang Sektor Properti Tahun Depan

    December 4, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Meneropong Peluang Sektor Properti Tahun Depan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Suku bunga kredit mulai terkerek seiring dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate. Kondisi itu tentu berdampak pada sektor properti. Sebagai salah satu instrumen, investasi hunian pun masih layak diburu tahun depan.

    —

    CEO Galaxy Property, perusahaan jasa dan konsultasi, Kennard Nugraha menjelaskan bahwa pasar properti selama dua tahun terakhir dikuasai end buyer. Sebab, banyak faktor yang membuat kondisi tidak pasti sehingga investor masih wait and see.

    ’’Meski begitu, penjualan properti masih bertumbuh. Secara volume, kenaikan sales di perusahaan kami masih meningkat sekitar 20 persen tahun ini,’’ ucapnya kepada Jawa Pos.

    Dengan dominasi end buyer, banyak pengembang atau agen real estate yang menahan harga. Tahun ini, lanjut Kennard, harga properti telah naik 5 persen. Dia pun memproyeksikan tahun depan banderol hunian terkerek 8 persen. Pertumbuhan harga tersebut cukup tinggi mengingat pendorong pasar merupakan end buyer.

    ’’Kalau ada kenaikan sampai double digit, biasanya investor banyak bergerak. Bahkan, harganya sempat meningkat dua kali lipat pada 2014,’’ jelasnya.

    Anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jatim Rudy Sutanto menambahkan, secara umum kondisi market pada 2022 lebih baik untuk segmen secondary dan primary. Sebab, masyarakat yang dulu menyimpan uang mulai belanja.

    Memang, faktor suku bunga KPR yang naik bakal berpengaruh pada 2023. Dampak tersebut akan terlihat pada kuartal I. Dengan begitu, transaksi properti bakal sedikit tertahan. ’’Pengembang juga pasti menahan harga. Salah satunya dengan menyesuaikan luas bangunan agar bisa tetap di kisaran harga Rp 750 juta–Rp 2 miliar,’’ tuturnya.

    Meski demikian, Rudy menyebutkan bahwa kondisi itu tidak berarti investor tak bisa bergerak. Sebagian hunian secondary justru diprediksi terkoreksi. Sebab, dampak ekonomi global bakal memengaruhi beberapa industri. Meski tak merata, hal tersebut membuat beberapa eksportir harus menjual aset.

    Ditambah lagi, pengembang harus menerima dampak pemesanan yang dibatalkan atau peserta KPR yang tidak sanggup melanjutkan pembiayaan. ’’Kalau beruntung, investor bisa mendapatkan properti dengan harga 2–3 tahun lalu,’’ paparnya.

    Keuntungan investasi tersebut, lanjut Rudy, bakal ditambahkan dengan inflasi yang diperkirakan meninggi tahun depan. Meski return profit tak setinggi pasar saham atau keuangan, investasi properti masih menjadi salah satu instrumen pilihan yang bisa mendulang cuan.

    ’’Yang jelas, kalau ingin ambil alih produk KPR, hitung dulu penalti dan biaya pelunasan lain supaya dapat capital gain yang baik,’’ paparnya.

    Dia pun menyarankan investor agar berkonsultasi ke agen real estate sebelum melakukan pembelian. Sebab, banyak faktor yang harus diperhatikan sebelum dibeli. ’’Broker pun jangan pilih sembarangan. Pilih yang memang punya sertifikasi legal,’’ katanya.

    Sebelumnya, perencana keuangan Ian Renassa menyatakan bahwa masyarakat tidak boleh gegabah soal properti. Masyarakat harus memperhatikan banyak hal dalam memilih hunian. Pertama, potensi lokasi. Investor harus bisa memperkirakan bagaimana perkembangan fasilitas dan ekonomi di wilayah investasi itu. Kedua, bangunan yang harus dibeli punya kualitas bagus.

    ’’Yang sering saya lihat, orang yang sudah habis ratusan juta untuk membeli rumah tetap harus merogoh kocek karena perbaikan rumah,’’ tuturnya.

    Dia menyarankan investor memasukkan dana maksimal 50 persen dalam investasi tersebut. Sisanya bisa dijadikan deposito atau investasi yang lebih likuid. Dengan demikian, jika ada kebutuhan mendadak, dana simpanan masih cukup untuk menanggulangi masalah serta merawat aset properti.

    INDEKS HARGA PROPERTI RESIDENSIAL (IHPR)

    Kuartal I 2021 : 1,35%

    Kuartal III 2021 : 1,41%

    Kuartal IV 2021 : 1,47%

    Kuartal I 2022 : 1,77%

    Kuartal II 2022 : 1,72%

    Kuartal III 2022 : 1,94%

    Sumber: Bank Indonesia


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKalau Dulu Ada Kerja Paksa, Tanam Paksa, kini Ekspor Paksa
    Next Article Segmen Pascabayar Mulai Dilirik Generasi Milenial
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.