Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kalau Dulu Ada Kerja Paksa, Tanam Paksa, kini Ekspor Paksa
    Ekonomi

    Kalau Dulu Ada Kerja Paksa, Tanam Paksa, kini Ekspor Paksa

    December 4, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kalau Dulu Ada Kerja Paksa, Tanam Paksa, kini Ekspor Paksa 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah tetap bersikukuh menjalankan hilirisasi di tengah kekalahan gugatan dispute settlement body (DSB) yang dilayangkan World Trade Organization (WTO) atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel. Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah tak akan menyerah memperjuangkan hilirisasi.

    Jokowi bahkan mengingatkan pada kondisi di zaman penjajahan silam saat ada sistem tanam paksa. “Dulu zaman VOC, zaman kompeni, itu ada yang namanya kerja paksa, ada yang namanya tanam paksa. Zaman modern ini muncul lagi, ekspor paksa. Ekspor paksa. Kita dipaksa untuk ekspor,” katanya di Jakarta Jumat (2/12).

    Menurut presiden, Indonesia memiliki hampir semua yang dibutuhkan untuk membuat ekosistem baterai listrik dan turunannya. Hal itu membuat negara lain bergantung pada RI.

    Jokowi mencontohkan dua negara yang berhasil membuat negara lain bergantung pada produk mereka. Yakni, Taiwan dengan produk cipnya dan Korea Selatan dengan komponen digitalnya.

    Selain itu, kehadiran ekosistem besar kendaraan listrik juga akan mendongkrak pendapatan negara, baik melalui penerimaan pajak, royalti, dividen, bea ekspor, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Jika penerimaan negara bertambah, Jokowi melanjutkan, berarti anggaran untuk dana desa juga bertambah. Dengan demikian, masyarakat desa akan turut menikmati hasil dari ekosistem kendaraan listrik yang tengah dibangun oleh pemerintah.

    Dia memastikan bahwa pemerintah akan mengajukan banding terhadap putusan WTO. Menurut Jokowi, Indonesia memiliki hak untuk melakukan hilirisasi sumber daya alam (SDA).

    “Ini barang kita kok. Memang sudah saya sampaikan kemarin kita kalah. Tapi, apakah kita langsung ingin berhenti saja, oh ndak,” tegasnya.

    Sementara itu, purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Indonesia melambat. Dari Oktober yang mencapai 51,8 menjadi 50,3 pada November.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menjelaskan, meski melambat, PMI manufaktur RI masih berada di level ekspansif. Level itu masih terjaga dalam 15 bulan secara berturut-turut.

    “Permintaan dalam negeri diindikasi masih cukup kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh stabilitas konsumsi dalam negeri hingga saat ini,” ujarnya di Jakarta Jumat (2/12).

    Dia melanjutkan, penciptaan lapangan kerja juga masih ekspansif dan diharapkan bisa konsisten. Menurut Febrio, manufaktur justru menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga kesinambungan pemulihan ekonomi domestik.

    “Terutama di tengah kenaikan risiko dan ketidakpastian perekonomian global,” imbuhnya.

    PMI MANUFAKTUR NOVEMBER 2022 BEBERAPA NEGARA

    Indonesia: 50,3 (Oktober 51,8)

    Vietnam: 47,4 (Oktober 50,6)

    Jepang: 49,0 (Oktober 50,7)

    Myanmar: 44,6 (Oktober 45,7)

    Malaysia: 47,9 (Oktober 48,7)

    Tiongkok: 49,4 (Oktober 49,2)

    Sumber: Kemenkeu


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGelar UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022, ini Harapan Dirut BRI
    Next Article Meneropong Peluang Sektor Properti Tahun Depan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.