Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Asti Atmodjo Konsisten Angkat Batik di Panggung Fashion Global
    Lifestyle

    Asti Atmodjo Konsisten Angkat Batik di Panggung Fashion Global

    December 18, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Asti Atmodjo Konsisten Angkat Batik di Panggung Fashion Global 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com-Industri fashion tak meredup meski dua tahun terakhir pandemi Covid-19 membatasi aktivitas masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan terus munculnya karya-karya baru, khususnya oleh para brand serta fashion designer lokal. Tidak hanya diapresiasi di dalam negeri, karya-karya fashion designer Indonesia juga membuktikan eksistensinya di panggung mancanegara.

    Seperti misalnya Asti Atmodjo, salah seorang fashion designer asal Surabaya. Di scene fashion lokal, Asti cukup dikenal dengan karya-karya yang khas. Sebab, designer yang satu ini konsisten mengusung konsep kebaya batik sebagai rancang busananya. Oktober 2022 lalu menjadi momen yang sangat membanggakan bagi Asti.

    Sebab, dia mendapat kesempatan langka dengan menjadi satu dari tiga designer Indonesia, yang diundang langsung oleh Royal Highness Raja Permaisuri Perak untuk berpartisipasi di Ipoh International Fashion Week (IIFW) 2022 di Malaysia. ”Desain-desain kebaya batik yang aku buat dinilai unik oleh mereka. Berbeda dari dress-dress batik yang umum di pasaran. Maka dari itu diundang untuk ikut IIFW,” ujar

    Asti yang juga menjadi founder dan CEO brand lokal XaVerana tersebut. IIFW merupakan event fashion kelas dunia yang pernah memenangkan Fashion Week Award of the Year 2019/20. Event tersebut comeback setelah sebelumnya sempat absen dua tahun karena pandemi global. IIFW menampilkan line-up fashion designer dari berbagai negara seperti misalnya Tiongkok, Singapura, Nepal, Afrika, dan Indonesia.

    Kesempatan tersebut dimaksimalkan Asti dengan membawa karya terbaiknya di panggung IIFW. Dia mengusung kebaya batik yang diberinama Asmara Dana. Busana tersebut mengandung arti kekuatan cinta yang sangat kuat. ”Koleksi-koleksi yang aku bawa ke IIFW itu semua temanya ingin memperlihatkan power seorang perempuan,’’ ujarnya. ’’Aku bikin looknya supaya perempuan itu punya power, seperti layaknya queen atau warrior,”  tambahnya.

    Alasan Asti konsisten mengusung kebaya batik sebagai konsep rancangannya, karena sampai saat ini belum banyak produk kebaya batik modern oleh desainer yang dijual di pasaran. Sehingga potensi marketnya masih cukup luas. ”Dan ke depan aku ingin punya pegawai yang memang pengrajin batik. Jadi kita bisa membuat motif batik sesuai selera sendiri. Harapannya juga bisa merangkul dan mensejahterakan para pengrajin batik, sebab banyak di luar sana pengrajin batik yang mendapat upah terlalu rendah. Padahal batik itu warisan budaya Indonesia yang perlu kita jaga,” tutur Asti.

    Selain di panggung catwalk IIFW 2022, tahun 2022 ini karya kebaya batik milik Asti juga tampil di beberapa event fashion bergengsi di dalam negeri. Seperti misalnya Surabaya Fashion Parade 2022 dan Malang Fashion Parade 2022 yang baru-baru ini diselenggarakan.

    Dalam event tersebut Asti menggandeng Puteri Indonesia asal Jawa Timur sekaligus Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Adinda Cresheilla untuk memperagakan karyanya. ”Secara khusus aku buatkan untuk Dinda, dengan tema kebaya yang kurang lebih sama yaitu menunjukkan power seorang perempuan,” ujar Asti.

    Asti menegaskan, bahwa dirinya akan terus aktif memboyong kebaya batik di panggung-panggung fashion show baik lokal maupun internasional. Tahun 2023 mendatang, Asti memiliki rencana untuk memadukan kebaya batiknya dengan tema-tema lain yang sesuai dengan tren di masyarakat. ”Aku berencana untuk membuat konsep kebaya yang dipadukan dengan nuansa tema Game of Thrones. Memang di sini tantangannya bagaimana menunjukkan ke masyarakat bahwa kebaya itu nggak gitu-gitu aja. Bahwa kebaya juga bisa beradaptasi dengan zaman,” tutur Asti. (*)

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Agfi


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRudal Rusia Hancurkan Infrastruktur Energi Ukraina
    Next Article Pesta Ritel SRC Diserbu Pengunjung, UMKM Bali Bisa Bertemu Langsung “Customer”
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.