Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pelaku Pelecehan Seks Dihukum Ringan, Massa Mengamuk
    News

    Pelaku Pelecehan Seks Dihukum Ringan, Massa Mengamuk

    April 27, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pelaku Pelecehan Seks Dihukum Ringan, Massa Mengamuk

    Aksi pawai melawan pelecehan seksual di Los Angeles (foto: REUTERS/Lucy Nicholson)

    Madrid – Lima pelaku kejahatan seksual, yang memerkosa seorang perempuan berusia 18 tahun di festival lari banteng San Femin pada 2016 silam, mendapatkan hukuman ringan dari Pengadilan Spanyol.

    Keputusan itu sontak menimbulkan kecaman dan kemarahan. Pengunjuk rasa di luar gedung pengadilan menyanyikan, “Itu bukan pelecehan, itu pemerkosaan” dan melayangkan kekesalan mereka pada gedung pengadilan.

    Perkara disebut kasus “Wolf Pack” itu memicu kemarahan luas di sekitar Spanyol, menyusul keprihatinan atas laporan peningkatan serangan seks di festival tahunan tersebut dan penganiayaan terhadap wanita pada umumnya.

    Hal tersebut juga menarik perhatian internasional, yang datang pada saat peningkatan kepedulian dunia atas pelecehan seksual terhadap perempuan di tengah kesadaran atas skandal Harvey Weinstein.

    Setelah sidang lima bulan diadakan secara tertutup untuk melindungi identitas korban, seorang hakim membacakan putusan hukuman di pengadilan di wilayah utara Navarra.

    Jaksa negara bagian telah menuntut hukuman penjara lebih dari 20 tahun untuk masing-masing pria. Sebaliknya, mereka diberi hukuman sembilan tahun.

    Menurut hukum Spanyol, tuduhan pelecehan seksual lebih rendah berbeda daripada pemerkosaan, karena tidak melibatkan kekerasan atau ancaman.

    Tuduhan tersebut digunakan dalam kasus-kasus aktivitas seksual antara pasangan di bawah umur dan mereka yang terlihat tidak dapat memberikan izin untuk kontak seksual, seperti pada mereka yang cacat parah atau di bawah pengaruh obat-obatan atau minuman.

    Kelompok feminis mengajukan protes pada Kamis malam di kota-kota Spanyol di seluruh negeri, termasuk di luar Kementerian Kehakiman di Madrid, sebagai reaksi terhadap putusan hukuman itu.

    “Jika lima orang yang mengelilingi seorang gadis bukanlah penyerangan, pertanyaannya adalah apa yang salah dengan kode kriminal kita?” demikian mantan menteri luar negeri untuk kesetaraan, Soledad Murillo, dalam pernyataan yang diterbitkan di surat kabar “El Pais.” Polisi Nasional juga menunjukkan dukungan mereka untuk korban, mengatakan dalam sebuah cuitan: “Tidak adalah tidak – kami bersamamu”.

    Pemerintah daerah Navarra, tempat festival San Fermin berlangsung, akan mengajukan banding atas putusan tersebut, demikian pers Spanyol mengutip seorang juru bicara pemerintah daerah. Tidak seorang pun di pemerintah daerah dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan.

    Kelima orang itu, termasuk mantan polisi dan mantan tentara, dan korban tidak hadir di pengadilan. Para pria tersebut dijuluki oleh media Spanyol sebagai “The Wolf Pack” seperti nama grup obrolan “Whatsapp” mereka, telah ditahan sejak Juli 2016.

    Hakim, yang tidak memberikan alasan di belakang putusan itu, juga memerintahkan mereka membayar korban 50.000 euro (600 juta rupiah lebih) sebagai ganti rugi. Banding terhadap putusan itu dapat diajukan ke Mahkamah Agung Spanyol. (Ant)

    TAGS : Pelecehan Seksual Pengadilan Spanyol

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/33288/Pelaku-Pelecehan-Seks-Dihukum-Ringan-Massa-Mengamuk/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKim Jong-un Tiba di Korsel, Langsung Jabat Tangan Moon Jae-in
    Next Article Resmi, Mike Pompeo Diangkat Jadi Menlu AS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.