Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ajang PKN 2019 Tuai Kritik dari Budayawan
    News

    Ajang PKN 2019 Tuai Kritik dari Budayawan

    August 7, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ajang PKN 2019 Tuai Kritik dari Budayawan

    Hilmar Farid (kiri)

    Jakarta, Jurnas.com – Kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang akan berlangsung 7-13 Oktober 2019 mendatang menuai kritik dari budayawan.

    Ajang yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan dinilai cenderung bersifat selebrasi, tak lain hanya menampilkan seni budaya yang hanya dipertontonkan.



    Sehingga dinilai pemerintah belum berhasil membuat Indonesia bahagia sesuai tagar penyelenggaraan PKN tersebut. Demikian disampaikan pengamat budaya Fahmi Prihantoro kepada awak media di Jakarta.

    Menurut Fahmi PKN hanya mengulang-ulang, dikarenakan setiap daerah sudah punya program. Acara itupun  dianggapnya belum menyentuh hal mendasar dari kebudayaan itu sendiri, yang tidak hanya menyangkut seni budaya saja.

    Baca juga.. :

    • Tulungagung Buka Reli Pekan Kebudayaan Nasional
    • 314 Kabupaten/Kota Belum Serahkan PPKD ke Kemdikbud
    • Budayawan Nilai Kongres Kebudayaan Kurang Mendesak

    “Acara ini  belum mampu menciptakan dan membiasakan budaya baru yang sesuai zaman,” kata Fahmi, pada Rabu (7/8).

    Bahkan katanya, kegiatan tersebut terkesan cuma menghabiskan anggaran. Di samping itu tidak tepat PKN disamakan seperti kegiatan PON yang katanya kompetisikan.

    “Mestinya seni budaya tidak harus dikompetisikan, melainkan dikembangkan supaya terus lestari. Berbeda dengan kompetisi olah raga karena prestasi olah raga bermuara pada kompetisi tingkat internasional yang membawa kebanggaan bangsa,” jelasnya.

    Dengan tegas Fahmi berpendapat bahwa pemerintah belum mampu mengembangkan budaya Indonesia di era 4.0 yang semakin mengancam generasi muda, yakni serba pragmatis, konsumtif dan kehilangan identitas.Hal ini tentunya yang perlu dibangun.

    Seperti diketahui dalam beberapa bulan mendatang Ditjen Kebudayaan Kemdikbud akan mengelar PKN. PKN yang berlangsung pada 7-13 Oktober 2019 di Istora Senayan, Jakarta dijadikan sebagai ruang bersama yang akan mewujudkan #IndonesiaBahagia.

    Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, PKN diharapkan dapat memberikan dampak besar dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

    “Setidaknya ada lima kegiatan utama dalam Pekan Kebudayaan Nasional, yaitu kompetisi daerah, kompetisi nasional, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi kebudayaan, dan pergelaran karya budaya bangsa,” jelas Hilmar.

    Dinilai tidak efektif, lanjut Hilmar bahwa kompetisi daerah merupakan kompetisi seni khas dari tiap provinsi di Indonesia. “Kita kan satu masyarakat yang memang senang bermain, karena karakter manusia homo ludens, jadi karakter yang melekat pada kita. Jadi elemen permainan itu kita coba tonjolkan. Kita anggap ini kombinasi yang bagus,” ujar Hilmar.

    Terpenting bagi Hilmar kegiatan tersebut dapat mencari permainan rakyat yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan, fasilitas, atau logistik yang rumit.

    Pada akhirnya, kegiatan bermain permainan tradisional akan mengasah dan mengembangkan permainan rakyat tersebut menjadi menarik dan menjadi perhatian publik.

    “Apalagi, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, permainan tradisional termasuk dalam objek pemajuan kebudayaan. Kemudian kegiatan Konferensi Pemajuan Kebudayaan akan menjadi ruang pencerahan publik yang bertujuan mempersiapkan perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan,” tegas dia.

    TAGS : PKN 2019 Ditjen Kebudayaan Hilmar Farid Budayawan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/57211/Ajang-PKN-2019-Tuai-Kritik-dari-Budayawan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKomputer Sebabkan Puluhan Penerbangan di Inggris Batal
    Next Article Rouhani Sebut Pemerintah AS Frustrasi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Membuat Video Animasi dengan ChatGPT Agar Hasilnya Keren
    • Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.