Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Akhirnya, Vaksin Covid-19 Ditemukan di Inggris
    News

    Akhirnya, Vaksin Covid-19 Ditemukan di Inggris

    June 17, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Akhirnya, Vaksin Covid-19 Ditemukan di Inggris

    Vaksin virus corona Italia memiliki antibodi yang dihasilkan pada tikus yang bekerja pada sel manusia, menurut tes yang dilakukan di Rumah Sakit Spallanzani, penyakit menular Roma. (File foto: Reuters)

    London, Jurnas.com – Vaksin untuk virus corona baru (Covid-19) akhirnya berhasil dirampungkan oleh sekelompok ilmuwan di Imperial College London, Inggris.

    Dikutip dari Al-Arabiya pada Rabu (17/6), vaksin eksperimental yang didanai US$51 juta tersebut akan mulai digunakan untuk mengimunisasi masyarakat Inggris pekan ini.

    Untuk tahap pertama, pemerintah Inggris akan mengimunisasi 300 orang sehat dengan dua dosis kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan di Imperial.

    Robin Shattock, yang memimpin penelitian vaksin di Imperial, mengatakan kelebihan vaksin tersebut ialah komposisi yang diperlukan sangat kecil. Artinya, dosis vaksin itu seperseratus dari dosis yang diuji oleh NIH dan Moderna Inc, karenanya jutaan dosis bisa relatif cepat diproduksi.

    “Jika pemerintah Inggris ingin membeli cukup vaksin untuk populasi Inggris, kami sudah memiliki infrastruktur untuk mengantarkannya pada dua kuartal pertama tahun depan,” kata Shattock.

    Baca juga.. :

    • Ilmuwan Inggris Tunggu Persetujuan Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia
    • Berhasil pada Tikus, Vaksin Covid-19 Denmark Akan Diuji ke Manusia
    • COVID-19 Dapat Menginfeksi Bangsal Rumah Sakit dalam 10 Jam

    Vaksin Imperial menggunakan untaian kode genetik sintetis berdasarkan virus. Setelah disuntikkan ke otot, sel-sel tubuh sendiri diinstruksikan untuk membuat salinan protein runcing pada coronavirus.

    Vaksi itu pada gilirannya harus memicu respons kekebalan sehingga tubuh dapat melawan infeksi Covid-19 di masa depan.

    Doug Brown, Kepala Eksekutif British Society for Immunology, mengatakan teknologi yang digunakan Imperial College London secara teoritis harus mengarah pada kekebalan jangka panjang terhadap virus corona, meski sekarang perlu melalui pengujian yang ketat.

    Universitas Oxford baru-baru ini memulai studi lanjutan yang melibatkan 10.000 sukarelawan, dan AS sedang mempersiapkan studi yang lebih besar pada Juli yang melibatkan 30.000 orang yang masing-masing menguji kandidat yang berbeda, termasuk Oxford dan yang dibuat oleh Institut Kesehatan Nasional dan Moderna Inc.

    Para ilmuwan tidak pernah membuat vaksin dari awal secepat ini dan jauh dari jelas bahwa semua pada akhirnya akan terbukti aman dan efektif. Namun, banyak negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Belanda dan AS, telah memesan jutaan vaksin sebelumnya.

    Shattock mengatakan vaksin Imperial, jika efektif, tidak akan dilisensikan ke farmasi tertentu, tetapi berbagai mitra manufaktur di seluruh dunia akan diberi izin untuk memproduksinya sebagai bagian dari “bisnis sosial” yang tidak menghasilkan keuntungan.

    “Kami tidak dapat menyediakannya tanpa biaya karena butuh uang untuk menghasilkan,” ujar dia.

    “Kami akan menyediakannya dengan harga pokok barang dengan persentase kecil – dan persentase kecil itu akan bervariasi tergantung pada status ekonomi negara,” tandas dia.

    Sementara itu perusahaan Prancis, Sanofi, yang mendapatkan investasi 200 juta euro dari pemerintah sedang mengerjakan vaksin yang ditargetkan untuk diuji coba pada manusia akhir tahun ini, dan memenangkan persetujuan tahun depan.

    Perusahaan berjanji menginvestasikan 610 juta euro di tempat produksi vaksin dan pusat penelitian vaksin baru di Prancis, untuk dapat memproduksi dalam skala yang lebih besar dan “dengan cepat menanggapi risiko pandemi di masa depan.”

    TAGS : Vaksin Covid-19 Ilmuwan Inggris

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/73895/Akhirnya-Vaksin-Covid-19-Ditemukan-di-Inggris/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIsrael Gunakan Remdesivir Obati Pasien Covid-19
    Next Article UEA Tegas Tolak Aneksasi Israel di Tepi Barat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.