Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Anggota DPR Dorong Riset Farmasi Berbasis Kearifan Lokal
    News

    Anggota DPR Dorong Riset Farmasi Berbasis Kearifan Lokal

    July 27, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Anggota DPR Dorong Riset Farmasi Berbasis Kearifan Lokal

    Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo

    Jakarta, Jurnas.com – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, Indonesia tidak boleh terlena terhadap dominasi obat-obat impor. Ia mendorong riset farmasi Indonesia harus bangkit dan mengembangkan produksi obat tradisonal yang berbasis kearifan lokal secara lebih serius lagi.

    “Pada momentum pandemi Covid-19 ini, kita harus berpikir jauh kedepan. Jangan sampai kita terlena akan obat  impor atau riset yang dilakukan pihak luar negeri. Kita harus mulai bangkit dan bangun agar Indonesia tidak tergantung impor lagi, tapi bisa mandiri dengan obat berbasis kearifan lokal,” kata Rahmad melalui siaran persnya, baru-baru ini.

    Rahmad menjelaskan, momentum pandemi Covid-19 adalah saat yang tepat untuk membangun industri obat di tanah air yang berbasis kekayaan sumber daya tanaman obat yang ada di bumi Indonesia.

    “Ingat, 90 persen bahan baku obat-obatan masih harus diimpor. Lalu kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi kita bisa mandiri,” tegas Rahmad.

    Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, untuk men-support obat tradisinal tersebut, pemerintah perlu membangun rumah sakit khusus, dimana obat-obatan yang digunakan berbahan baku dari kandungan lokal. “Kita tidak boleh terus menerus tergantung kepada obat impor,” ujarnya.

    Baca juga.. :

    • Anggota DPR: Proses KBM Saat Pandemi Covid-19 Harus Dievaluasi
    • Komisi VI DPR: Pemerintah Harus Miliki Perencanaan Matang Bangkitkan Komoditi Gula
    • Komisi X DPR Dorong Tranparansi dan Evaluasi POP Kemendikbud

    Ditambahkan Rahmad, ketergantungan Indonesia akan obat-obat impor menjadi keprihatinan bersama. Mengingat, hampir semua bahan baku alat kesehatan (Alkes), termasuk bahan baku obat-obatan yang digunakan di Indonesia, hingga saat ini masih impor.

    Rahmad menilai, ahli-ahli farmasi dalam negeri memiliki kemampuan untuk mengembangkan obat-obat berbasis kearifan lokal sepanjang didukung oleh pemerintah. Untuk itu, pemerintah perlu memberi insentif kepada perusahaan farmasi. Entah itu insentif fiskal atau apapun bentuknya yang  memberi kemudahan untuk berinvestasi.

    “Kita kan harus mandiri di bidang kesehatan, Karena itu, riset farmasi berbasis kearifan lokal harus didorong. Beri kesempatan kepada perusahaan farmasi untuk mengembangkan manfaat kandungan lokal, seperti jahe, kunyit serta berbagai rempah-rempah yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” terangnya.

    Pengembangan obat-obatan yang berbasis  tumbuhan di Indonesia sempat mengemuka saat awal Covid-19, Februari lalu. Saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, industri obat-obat tradisional  bisa menjadi solusi dalam mengatasi ketergantungan obat impor.

    Data Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Indonesia mempunyai sekitar 30.000 varietas tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai formula obat herbal oleh pelaku industri jamu dan obat tradisional.

    Masih berdasarkan data Kemenperin, saat ini ada sekitar 1.200 pelaku industri jamu, dari jumlah itu ada sekitar 129 usaha yang masuk masuk kategori industri. Sisanya merupakan industri berskala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terklasifikasi menjadi Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT).

    TAGS : Warta DPR Komisi IX DPR Alat Medis

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76073/Anggota-DPR-Dorong-Riset-Farmasi-Berbasis-Kearifan-Lokal/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAsosiasi Seniman Nusantara Lapor Ananta Soal Larangan Pentas Seni
    Next Article Pimpinan DPR: Program PEN Butuh Upaya Komprehensif Semua Elemen Bangsa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.