Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Angka Kematian COVID-19 di Korsel Tinggi, Krematorium Kewalahan
    International

    Angka Kematian COVID-19 di Korsel Tinggi, Krematorium Kewalahan

    March 23, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Angka Kematian COVID-19 di Korsel Tinggi, Krematorium Kewalahan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Angka Kematian COVID-19 di Korsel Tinggi, Krematorium Kewalahan 2
    Orang-orang mengantre untuk menjalani tes COVID-19 di tempat pengujian di City Hall Plaza di Seoul, Korea Selatan, Desember 2020. (BP/Dokumen Antara)

    SEOUL, BALIPOST.com – Angka kematian COVID-19 di Korea Selatan (Korsel) yang tinggi membuat krematorium dan rumah duka kewalahan. Selain itu, kumulatif kasus COVID-19 di negara itu sudah menembus angka 10 juta atau hampir 20 persen dari populasinya, kata pihak berwenang pada Rabu (23/3).

    Korsel tengah berjuang melawan rekor lonjakan COVID-19 yang dipicu varian Omicron yang sangat menular. Negara itu menghapus sebagian besar pelacakan dan karantina COVID yang dulu gencar dilakukan, dan melonggarkan pembatasan sosial.

    Dikutip dari Kantor Berita Antara, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 490.881 kasus pada Selasa, rekor harian tertinggi kedua sejak puncaknya pada 16 Maret dengan 621.205 kasus. Total kasus kini mencapai 10.427.247 dengan 13.432 kematian, yang bertambah 291 dari hari sebelumnya.

    Tingkat infeksi dan kematian di Korsel sejauh ini masih jauh lebih rendah dibandingkan negara mana pun. Hampir 87 persen dari 52 juta penduduknya telah divaksin penuh dan 63 persen telah menerima dosis penguat (booster).

    Namun, angka kematian hampir berlipat dua dalam waktu hanya sekitar enam pekan. Puncaknya tercatat pada Jumat lalu dengan 429 kematian, mendorong permintaan yang tinggi pada pemakaman.

    Kementerian kesehatan pada Senin memerintahkan 60 krematorium di seluruh Korsel untuk beroperasi lebih lama agar bisa menambah pengurusan jenazah dari lima menjadi tujuh.

    Sebanyak 1.136 rumah duka dengan total persemayaman 8.700 jenazah juga diperintahkan untuk meningkatkan kapasitasnya. “Kapasitas krematorium meningkat,” kata pejabat kementerian Son Young-rae. “Namun masih ada kesenjangan di daerah.”

    Pihak berwenang telah meningkatkan kapasitas harian pembakaran jenazah dari sekitar 1.000 menjadi 1.400 per hari mulai pekan lalu. Namun, banyaknya jenazah dan lamanya waktu tunggu terus dilaporkan dari daerah Seoul dan sekitarnya yang padat penduduk, kata Son.

    Data kementerian kesehatan menunjukkan bahwa 28 krematorium di kota Seoul beroperasi 114,2 persen dari kapasitas pada Senin, sedangkan rasio di daerah-daerah lain seperti Sejong dan Jeju mencapai sekitar 83 persen.

    Krematorium untuk sementara akan diizinkan menerima reservasi dari daerah lain untuk mengurangi penumpukan, kata Son.

    Jumlah pasien sakit parah telah mencapai lebih dari 1.000 orang dalam dua pekan terakhir, namun bisa meningkat hingga 2.000 orang pada awal April, kata pejabat kemenkes Park Hyang.

    Sekitar 64,4 persen dari kapasitas ranjang rawat darurat terisi hingga Rabu, naik dari sekitar 59 persen pada dua pekan sebelumnya.

    Sebagai upaya mengurangi kasus parah dan kematian, badan keselamatan obat Korsel telah mengizinkan penggunaan molnupiravir, pil anti COVID buatan Merck & Co Inc untuk pasien dewasa.

    Tablet bermerek Lagevrio itu adalah obat antivirus oral kedua yang diizinkan di Korsel setelah Paxlovid buatan Pfizer Inc.

    Lageviro hanya akan diberikan kepada pasien berusia di atas 18 tahun dan bukan wanita hamil. Obat itu tidak bisa diberikan bersama obat injeksi atau Paxlovid yang lebih efektif, kata badan tersebut.

    Kementerian kesehatan mengatakan pengiriman pertama pil Lagevrio untuk 20.000 pasien diharapkan tiba pada Kamis.

    “Sistem kesehatan sedang sangat tertekan, tapi masih bisa beroperasi dalam kisaran yang masih bisa dikelola,” kata Park, Rabu.

    “Kami akan lebih fokus pada kelompok berisiko tinggi ke depannya, dan melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tak ada hambatan.” (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Putin Berniat Datang ke KTT G-20 di Bali
    Next Article AS dan Sekutunya Pertanyakan Posisi Rusia Dalam G20
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.