Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Antisipasi Reinfeksi COVID-19, Ini Perlu Dilakukan
    News

    Antisipasi Reinfeksi COVID-19, Ini Perlu Dilakukan

    November 3, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Antisipasi Reinfeksi COVID-19, Ini Perlu Dilakukan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Antisipasi Reinfeksi COVID-19, Ini Perlu Dilakukan 2
    dr. Dirga Sakti Rambe. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Tertularnya kembali seseorang yang sudah sembuh dari COVID-19 bukan lah hal yang tidak mungkin. Kondisi ini disebut reinfeksi.

    Menurut Vaksinolog dan Dokter Spesialis Penyakit, dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan reinfeksi ini sangat mungkin terjadi. Meskipun, di dunia pun kasus reinfeksi ini belum sampai 30 kasus yang dilaporkan. “Artinya masih sangat kecil sekali,” ungkapnya dipantau dari Denpasar dalam streaming Dialog Produktif dengan Tema “Vaksin: Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Efektif dan Aman,” Selasa (3/11) yang disiarkan di akun YouTube Kemenkominfo TV.

    Namun, durasi dari antibodi COVID-19 ini tidak berlangsung seumur hidup. Untuk itu, antisipasinya tetap melakukan protokol kesehatan (prokes) 3M secara ketat. “Tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” ujarnya memberikan tips untuk mengantisipasi reinfeksi.

    Oleh karena itu, ia meminta jangan gegabah. “Jangan mentang-mentang saya sudah kena COVID-19, sudah punya antibodi, jangan. Karena ternyata kita bisa kena infeksi virus dari jenis yang berbeda,” sebutnya.

    Kasus reinfeksi pertama di Amerika Serikat tertuang dalam laporan di jurnal medis The Lancet. Seorang pria berusia 25 tahun yang terkena kembali COVID-19, dinyatakan positif COVID-19 pertama kali pada April dengan gejala batuk dan mual. Ia dinyatakan negatif COVID-19 pada Mei.

    Hanya saja, di akhir Mei, pria tersebut mengunjungi UGD karena mengalami gejala batuk, demam, dan pusing. Awal Juni, ia kembali dinyatakan positif COVID-19.

    Saat terinfeksi kedua kalinya, pria tersebut mengalami hipoksia atau kadar oksigen rendah dan sesak napas sehingga memerlukan bantuan oksigen. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemerintah resmi luncurkan operasional SPBKLU
    Next Article UU Cipta Kerja Sudah Sah, Pakar Sebut Jokowi Tak Dengarkan Rakyat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.