Andalannews.com – Apa yang buruk untuk SEO? Temukan sejumlah kesalahan fatal yang sering dilakukan pemilik website, mulai dari konten tidak orisinal hingga struktur situs yang berantakan.
Pernah merasa heran kenapa website kamu susah banget naik ke halaman pertama Google, padahal udah rajin bikin konten? Nah, mungkin tanpa sadar kamu melakukan hal-hal yang masuk kategori apa yang buruk untuk SEO.
Masalahnya, kesalahan SEO ini sering banget terjadi bahkan oleh blogger atau pemilik website yang udah cukup lama berkecimpung di dunia digital.
Google makin canggih dalam menilai kualitas sebuah situs. Jadi, bukan cuma soal seberapa sering kamu pakai kata kunci, tapi juga bagaimana kamu menyajikan konten, struktur halaman, hingga kecepatan loading.
Kalau kamu masih bertanya-tanya apa saja yang buruk untuk SEO, Andalannews.com bakal kasih kamu gambaran lengkapnya mulai dari kesalahan teknis sampai blunder yang bisa bikin ranking kamu anjlok.
Di sini, kita bahas dengan cara yang santai tapi tetap padat informasi. Mulai dari keyword stuffing, konten duplikat, sampai website yang nggak mobile-friendly semua bakal kita kupas habis.
Jadi, kalau kamu serius pengin ningkatin performa SEO, penting banget tahu dan menghindari hal-hal yang bisa bikin situs kamu “tidak disukai” mesin pencari.
10 Hal yang Harus Dihindari

1. Konten Duplikat
Salah satu musuh utama SEO adalah konten duplikat, alias isi yang sama persis dengan halaman lain, baik di website kamu sendiri atau di tempat lain.
Google suka konten orisinal. Kalau kamu copy-paste artikel dari situs lain, jangan harap bisa nangkring di posisi atas.
Solusinya? Tulis konten sendiri. Boleh sih riset dari banyak sumber, tapi kemas ulang dengan gaya kamu sendiri dan tambahkan sudut pandang baru. Itu yang bikin Google (dan pembaca) suka.
2. Keyword Stuffing
Dulu, banyak yang percaya bahwa menumpuk kata kunci sebanyak-banyaknya bisa bikin artikel lebih SEO. Tapi sekarang? Keyword stuffing malah jadi bumerang.
Google sekarang ini udah sangat pinter, dan dia bisa tahu mana artikel yang ditulis buat manusia, dan mana yang cuma spam kata kunci.
Coba aja bandingin dua kalimat ini:
- “Tempat wisata Bandung murah dan tempat wisata Bandung yang bagus untuk tempat wisata Bandung”
- “Tempat Main di Bandung Terdekat Paling Ngehits 2025“
Yang kedua jelas lebih enak dibaca dan tetap SEO-friendly, kan?
3. Website Lambat
Kecepatan loading halaman juga jadi penilaian penting buat SEO. Website yang lemot bikin pengunjung males, dan Google juga bakal nurunin ranking-nya. Coba cek kecepatan website kamu pakai tools kayak PageSpeed Insights dari Google.
Kalau ternyata lambat, bisa jadi karena gambar terlalu besar, script berat, atau hosting yang kurang oke. Pastikan semuanya dioptimalkan, ya!
4. Backlink Murahan
Backlink itu penting, tapi kualitas lebih penting dari kuantitas. Banyak orang tergoda beli backlink murah dari situs-situs spam atau PBN (Private Blog Network), padahal itu bisa bikin website kena penalti.
Mending fokus bangun backlink alami, misalnya dengan guest post di blog yang relevan atau bikin konten bagus yang layak dibagikan. Jangan tergiur jalan pintas.
5. Tidak Mobile-Friendly
Sekarang ini, mayoritas pengguna internet browsing lewat HP. Jadi, kalau website kamu belum mobile-friendly, siap-siap ditinggal pengunjung dan Google juga bakal nurunin peringkatnya.
Solusinya? Gunakan desain responsif yang otomatis menyesuaikan tampilan di berbagai ukuran layar. Untungnya, banyak tema di WordPress atau CMS lain yang sudah responsif dari sananya.
6. Struktur URL Berantakan
Coba lihat URL ini:
www.example.com/123x8ad?ref=dl_pg
Bandingin sama ini:
www.example.com/tips-seo-yang-harus-dihindari
Yang kedua jauh lebih bersih, mudah dibaca, dan mengandung kata kunci. Pastikan setiap halaman punya struktur URL yang rapi dan deskriptif.
7. Salah Pakai Heading (H1, H2, dst)
Heading bukan cuma soal tampilan tebal besar, tapi juga buat struktur konten yang mudah dibaca oleh manusia dan mesin pencari.
Banyak yang masih pakai <h1> buat semua bagian, padahal itu harusnya cuma sekali, di judul utama. Selanjutnya pakai <h2>, <h3>, dst.
Penggunaan heading yang benar bikin artikel kamu lebih SEO-friendly dan lebih nyaman dibaca.
8. Gambar Tanpa ALT Text
ALT text di gambar bukan hanya buat aksesibilitas, tapi juga bantu Google memahami isi gambar kamu. Ini penting banget, apalagi buat artikel yang pakai infografis atau gambar pendukung lainnya.
Contoh:
Salah: <img src=”foto1.jpg”>
Benar: <img src=”pantai-sawarna-srikandi.jpg” alt=”Pemandangan Pantai Sawarna Srikandi saat matahari terbenam”>
9. Tidak Update Konten Lama
Google suka konten segar. Jadi, kalau kamu punya artikel yang udah lama, jangan lupa di-update. Bisa tambahin informasi terbaru, perbaiki data yang udah tidak relevan, atau tambahkan gambar baru.
Ini bikin artikel kamu tetap relevan dan bersaing di SERP seperti yang diterapkan sejumlah perusahaan SEO terkemuka di Indonesia.
10. Tidak Ada Meta Title dan Meta Description
Banyak yang lupa atau males ngisi meta title dan meta description, padahal ini penting banget buat SEO on-page. Meta title muncul di hasil pencarian sebagai judul biru, dan meta description jadi deskripsi singkat yang bikin orang tertarik klik.
Contoh meta description:
“Cari tahu apa saja yang buruk untuk SEO agar website kamu nggak tenggelam di Google. Hindari 10 kesalahan ini mulai sekarang!”
Kesimpulan
SEO itu bukan soal sulap, tapi soal strategi jangka panjang. Dengan menghindari hal-hal yang buruk untuk SEO seperti di atas, kamu udah selangkah lebih dekat buat nempatin website kamu di halaman pertama Google.
Ingat, fokus utamanya tetap sama bikin konten yang bermanfaat untuk manusia, bukan cuma buat mesin pencari.
Kalau kamu udah tahu apa yang harus dihindari, langkah selanjutnya tinggal eksekusi dan pantau terus performa website kamu. Selamat mencoba dan semoga trafikmu makin meroket!




