Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Apakah insentif PPnBM masih bisa dorong minat beli saat PPKM Darurat?
    Automotive

    Apakah insentif PPnBM masih bisa dorong minat beli saat PPKM Darurat?

    July 5, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Apakah insentif PPnBM masih bisa dorong minat beli saat PPKM Darurat? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali yang berlangsung pada 3-20 Juli. Dengan berbagai pembatasan gerakan dan mobilitas, tentu akan berdampak tak terkecuali di sektor otomotif, terutama penjualan.

    Namun, perlu diingat bahwa pemerintah juga masih memberlakukan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sepanjang tahun 2021. Namun, apakah insentif ini masih mampu mendongrak minat beli masyarakat saat PPKM Darurat? 

    Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto berpendapat, pasti akan ada perubahan tren penjualan terkait hal tersebut.

    “Stimulus relaksasi PPnBM sudah membuktikan dapat meningkatkan penjualan dan produksi otomotif, tetapi mungkin akan dipengaruhi PPKM Darurat tersebut. Tetapi, hal ini tidak dapat dihindari, dan kepentingan kesehatan masyarakat lebih penting,” kata Jongkie kepada ANTARA, Senin.

    Baca juga: Insentif PPnBM dongkrak penjualan Mitsubishi 37 persen

    Sebelumnya pada bulan Mei, Jongkie menilai kebijakan PPnBM memberikan tren positif untuk kinerja industri otomotif, hal itu terlihat pada penjualan di bulan Maret, April dan Mei, setelah kebijakan insentif otomotif itu diberlakukan oleh pemerintah.

    Selain penjualan mobil yang membaik, kata Jongkie, pemberian insentif PPnBM juga dinikmati pemerintah melalui pendapatan PPN dan PPh dari meningkatnya penjualan mobil serta menggerakkan industri lain yang berkaitan dengan kendaraan, misalnya aksesoris dan travel.

    Di sisi lain, akademisi sekaligus pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Yannes Martinus Pasaribu berpendapat, relaksasi PPnBM mungkin tidak memberikan hasil sebaik di awal pemberlakuannya.

    “Relaksasi PPnBM yang telah digulirkan dan diperpanjang berpotensi untuk tidak dapat memberikan hasil yang sebaik saat diawal pemberlakuannya. Karena, ‘wow factor‘-nya sudah semakin berkurang,” kata Yannes.

    “Faktor emosi masyarakat yang pada awalnya melihat harga mobil baru semakin murah ini, lama kelamaan cenderung akan menjadi biasa-biasa saja, apalagi masyarakat sekarang ini secara psikologis cenderung lebih tertekan oleh berita dan kenyataan bahwa penyebaran COVID-19 varian Delta yang semakin mendekati diri masing-masing,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Yannes mengatakan pemberlakuan PPKM Darurat pun memang memiliki dampak ekonomi yang tinggi, namun, ini harus dilakukan demi mengendalikan penyebaran virus yang kian memuncak.

    “Pemberlakuan PPKM darurat ini sudah harus dilakukan dengan risiko terjadinya tekanan ekonomi yang lebih berat kepada masyarakat dan dunia usaha,” kata dia.

    “Kebijakan ini harus diambil untuk mencoba mengendalikan dan memutus rantai penyebaran COVID-19 varian Delta yang semakin meningkat tajam. Semuanya demi keselamatan hidup manusia Indonesia,” pungkasnya.

    Baca juga: Insentif PPnBM dorong penjualan Daihatsu

    Baca juga: PPKM Darurat, ini dampaknya bagi sektor otomotif

    Baca juga: Diskon PPnBM diperpanjang, industri otomotif bersiap genjot produksi

    Pewarta: A087
    Editor: Maria Rosari Dwi Putri
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJepang akan Berlakukan Paspor Vaksinasi COVID-19
    Next Article Penjualan mobil daring diharapkan bisa dongkrak minat beli masyarakat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.