Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»AstraZeneca akan Tambahkan Informasi Kemungkinan Pembekuan Darah
    International

    AstraZeneca akan Tambahkan Informasi Kemungkinan Pembekuan Darah

    April 8, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    AstraZeneca akan Tambahkan Informasi Kemungkinan Pembekuan Darah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    AstraZeneca akan Tambahkan Informasi Kemungkinan Pembekuan Darah 2
    Petugas kesehatan menyiapkan vaksin AstraZeneca. (BP/eka)

    LONDON, BALIPOST.com – AstraZeneca pada Rabu (7/4) mengatakan sedang bekerja dengan regulator Eropa dan Inggris untuk mengubah informasi produk pada vaksin COVID-19-nya. Ini, setelah pihak berwenang mengatakan mereka menduga kemungkinan pembekuan darah otak sebagai efek samping yang jarang terjadi dari penggunaan vaksin tersebut.

    “Kedua tinjauan ini menegaskan kembali bahwa vaksin tersebut menawarkan perlindungan tingkat tinggi terhadap semua tingkat keparahan COVID-19 dan bahwa manfaat ini terus jauh lebih besar daripada risikonya,” kata AstraZeneca dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Kantor Berita Antara.

    Namun, mereka sampai pada pendapat bahwa peristiwa ini memiliki kemungkinan hubungan dengan vaksin dan meminta agar itu didaftar sebagai potensi efek samping yang sangat langka. “AstraZeneca telah secara aktif bekerja sama dengan regulator untuk menerapkan perubahan ini pada informasi produk.”

    Terpisah, panel penasihat keamanan vaksin Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada Rabu (7/4) bahwa hubungan sebab-akibat antara vaksin AstraZeneca COVID-19 dan kasus pembekuan darah yang jarang terjadi dengan trombosit rendah “dianggap masuk akal tetapi tidak dikonfirmasi”.

    Para ahli independen, dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah meninjau data global terbaru, mengatakan bahwa kajian khusus diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan potensial antara vaksinasi dan kemungkinan faktor risiko.

    “Penting untuk dicatat bahwa meskipun mengkhawatirkan, peristiwa yang sedang dikaji sangat jarang, dengan jumlah yang rendah dilaporkan di antara hampir 200 juta orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca COVID-19 di seluruh dunia,” kata panel itu.

    Ia menambahkan bahwa panel itu akan bertemu minggu depan untuk meninjau data tambahan. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTalenta Muda Dorong Pesatnya Pertumbuhan Startup Berbasis Teknologi
    Next Article Badung Hadapi Dilema, Tolak Refocusing Terancam Dana Transfer Tak Direalisasikan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.