Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Australia Angkat Isu Penahanan Akademisi di Iran
    News

    Australia Angkat Isu Penahanan Akademisi di Iran

    January 16, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Australia Angkat Isu Penahanan Akademisi di Iran

    Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne (Foto: VL Trends)

    Canberra, Jurnas.com – Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan bahwa dia kembali mengangkat kasus penahanan akademisi berdarah Australia-Inggris, yang dipenjara di Iran.

    Dikutip dari Associated Press pada Jumat (17/1), pernyataan ini muncul setelah adanya sebuah laporan bahwa perempuan itu mendesak pemerintah Australia untuk membantu membebaskannya.

    Payne menolak untuk merinci pembicaraannya dengan Mohammad Javad Zarif tentang akademisi atas nama Kylie Moore-Gilbert tersebut di sela-sela konferensi kepemimpinan global di India.

    “Ini bukan penahanan yang kami dukung. Kami tidak menerima tuduhan,” kata Payne kepada Australian Broadcasting Corp di New Delhi.

    “Saya kira tidak pantas membicarakan rincian pembicaraan itu, tetapi untuk meyakinkan orang Australia dan keluarga Dr. Moore-Gilbert, saya telah mengangkat masalah itu lagi,” tegas dia.

    Baca juga.. :

    • Eropa Menjual Sisa-sisa kesepakatan Iran untuk Menenangkan Trump
    • Pohon Dinosaurus Selamat dari Kebakaran Hutan Australia
    • Qantas Mendarat Darurat di Bandara Perth

    Moore-Gilbert, seorang dosen Universitas Melbourne tentang studi Timur Tengah, ditahan di Penjara Evin, Teheran sejak September 2018. Dia ditangkap di bandara Teheran ketika mencoba meninggalkan negara itu, usai menghadiri konferensi akademik.

    Dia dihukum karena tuduhan memata-matai, dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Upaya banding yang dilakukan baru-baru ini ditolak pengadilan.

    Menurut laporan The Guardian, pada Juni lalu Moore-Gilbert menulis surat kepada Perdana Menteri Scott Morrison. “Saya mohon Anda untuk bertindak lebih cepat untuk mengakhiri trauma mengerikan ini, yang saya dan keluarga saya harus jalani hari demi hari,” tulis dia.

    Dia menulis lagi pada Desember, “Enam bulan telah berlalu. Selama waktu ini saya tetap di penjara yang sama tanpa ada perbaikan dalam kondisi saya yang tidak tertahankan,” ungkap Moore-Gilbert.

    “Selama sembilan bulan terakhir saya telah sepenuhnya dilarang dari kontak dengan keluarga saya, dengan pengecualian panggilan telepon tiga menit (dengan ayah saya), yang hanya diberikan setelah saya mengambil tindakan nekat yang membahayakan hidup saya sendiri,” tulis dia lagi.

    “Saya telah melakukan lima kali mogok makan sebagai satu-satunya cara saya untuk mengangkat suara, tetapi tidak berhasil. Seperti yang diperkirakan, saya sekarang telah menerima hukuman 10 tahun penjara, dan permohonan saya telah gagal.”

    “Saya mohon kepada Anda, Perdana Menteri Morrison, untuk mengambil tindakan segera, karena kesehatan fisik dan mental saya terus memburuk dengan setiap hari tambahan bahwa saya tetap dipenjara dalam kondisi ini,” tutup dia.

    Surat-surat itu diselundupkan keluar dari penjara, dan diterbitkan oleh Pusat Hak Asasi Manusia di Iran.

    Sementara Payne menyebut penahanan Moore-Gilbert merupakan salah satu pertimbangan Australia untuk mengikuti Amerika Serikat (AS), dalam menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

    “Pemerintah telah bekerja sangat keras dalam kaitannya dengan penahanan berkelanjutan terhadap Kylie Moore-Gilbert. Dan itu selalu menjadi fokus bagi kami dalam hal hal-hal konsuler penting seperti ini, tetapi kami membuat setiap keputusan yang kami buat untuk kepentingan nasional Australia,” tandas Payne.

    TAGS : Moore-Gilbert Marise Payne Australia Iran

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/65836/Australia-Angkat-Isu-Penahanan-Akademisi-di-Iran/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAS-Meksiko Sepakat Perangi Perdagangan Gelap
    Next Article Presiden Rouhani: Iran Bebas Perkaya Uranium
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.