Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Badan Keamanan Ukraina Harus Dinyatakan Organisasi Teroris
    International

    Badan Keamanan Ukraina Harus Dinyatakan Organisasi Teroris

    March 27, 2024Updated:March 14, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Badan Keamanan Ukraina Harus Dinyatakan Organisasi Teroris 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Badan Keamanan Ukraina Harus Dinyatakan Organisasi Teroris 2
    Tim penyelamat berusaha memadamkan api di tempat konser Balai Kota Crocus yang terbakar menyusul serangan oleh sekelompok pria bersenjata di Moskow, Rusia, 22 Maret 2024. (BP/Ant)

    ISTAMBUL, BALIPOST.com – Badan Keamanan Ukraina harus dinyatakan sebagai “organisasi teroris”. Hal itu dikatakan Kepala Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) Rusia Alexander Bortnikov, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (27/3).

    “Kami perlu melakukan ini, tentu, ya. Saya percaya ini adalah dasarnya. Tidak hanya untuk membuat perhitungan, tetapi juga untuk membuat keputusan yang tepat,” kata Bortnikov kepada wartawan di Moskow menyusul pertemuan dengan dewan Kantor Kejaksaan Agung Rusia.

    Bortnikov mengatakan bahwa pimpinan di badan khusus Ukraina itu, termasuk kepala intelijen pertahanan Ukraina Kyrylo Budanov, adalah “sasaran sah” Rusia.

    Dia juga menuding Amerika Serikat, Inggris, dan Ukraina berada di balik serangan yang menewaskan 139 orang pada Jumat (22/3) di Balai Kota Crocus di wilayah Moskow.

    Dia mengklaim bahwa Kiev sedang mencoba untuk “membuktikan kemampuannya”, oleh karena itu mereka menganggap perlu melakukan “sabotase dan aksi teroris” untuk melakukan hal tersebut, yang menurutnya merupakan tujuan dari kepemimpinan badan intelijen Ukraina dan Inggris.

    Bortnikov lebih lanjut mengklaim bahwa Ukraina melakukan pelatihan terhadap “para teroris” di Timur Tengah.

    Dia lebih lanjut mengatakan bahwa ancaman “aksi teroris” di Rusia terus berlanjut, dan mengakui bahwa AS memang memberikan informasi umum kepada Rusia tentang kemungkinan serangan teroris di negara tersebut.

    Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev mengatakan bahwa lembaga-lembaga penegak hukum Rusia memiliki bukti keterlibatan Ukraina dalam serangan di gedung konser di Balai Kota Crocus.

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok radikal, tetapi pertanyaan lebih spesifik dan profesional seperti tentang siapa yang memerintahkan penembakan itu masih harus dijawab. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDua Menteri Undur Diri, PM Inggris Rombak Kabinet
    Next Article Timnas AMIN Duga Terdapat Kecurangan Dilakukan Prabowo-Gibran
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.