Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Bagai Air dan Minyak, Akar Rumput PDIP dengan Demokrat dan PKS Sulit Menyatu
    News

    Bagai Air dan Minyak, Akar Rumput PDIP dengan Demokrat dan PKS Sulit Menyatu

    July 19, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bagai Air dan Minyak, Akar Rumput PDIP dengan Demokrat dan PKS Sulit Menyatu

    Gibran Rakabuming, Calon Walikota Surakarta di Pilkada 2020

    Jakarta, Jurnas.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat (PD) tak termasuk dalam jajaran partai pendukung Gibran Rakabuming (Putra Presiden Jokowi) dan Bobby Nasution (Menantu Presiden Jokowi) dalam Pilkada Serentak 2020.

    Banyak yang bertanya, kenapa Demokrat dan PKS tidak masuk dalam gerbong pendukung. Usut punya usut, ternyata suara akar rumput PDI Perjuangan (PDIP) menolak koalisi dengan dua partai tersebut.

    Ketua DPC Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito mengatakan, suara dari akar rumput partai maupun relawan pendukung selalu mengkritisi sikap kedua partai yang memang selalu berlawanan dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) itu.

    “Sikap Demokrat yang anggota DPR-nya selalu menerima gaji bulanan, namun tidak pernah ikut membahas rancangan undang-undang dengan alasan Covid-19, sama saja dengan makan gaji buta dari uang rakyat,” ungkap Wanto, Minggu (19/7/2020).

    Demikian halnya PKS yang secara ideologi berbeda dengan PDIP maupun dengan kalangan NU. Juga sering berbeda sikap. Maka sebaiknya tidak usah diajak kerjasama dalam pilkada maupun di dalam pileg 2024 yang akan datang

    Yang terbaru adalah sikap kader PKS, Mardani Ali Sera yang secara sepihak menyebut Gibran tak pantas maju sebagai calon walikota Solo karena kurang pengalaman.

    “Mardani bersikap jantan saja. Mas Gibran itu basis pendidikan sangat baik dan selama ini selalu turun ke bawah. Daripada kader-kader PKS campur tangan urusan internal PDIP, calonkan saja kader sendiri. Mana kader PKS yang telah berhasil sebagai kepala daerah? Tunjukkan itu,” ujarnya.

    Adapun Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat, menyatakan pihaknya bisa memahami apa yang disampaikan Ketua DPC Kota Tangsel tersebut.

    Dijelaskannya, dalam mengusung calon kepala daerah termasuk Gibran dan Bobby, PDIP mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ideologis. Utamanya bagaimana Pancasila dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Dalam setiap kaderisasi, kata Djarot, Partai memang selalu mengedepankan pentingnya kesadaran. Yakni kesadaran ideologi berdasarkan Pancasila; kesadaran politik; kesadaran organisasi; kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat; dan kesadaran di dalam kehidupan berbangsa yang satu bersama keanekaragaman sebagai rahmat.

    “Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS juga banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi,” ujar Djarot.

    Diakui Djarot, yang didorong oleh PDIP adalah kerjasama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Jokowi. Sementara sikap politik PKS dan PD yang selalu tidak jauh beda, justru memberikan peta ke depan bagaimana kedua partai tersebut memang semakin beriringan dalam kerjasama politik yang berbeda dengan arah PDIP, tukas mantan gubernur DKI Jakarta itu.

    Djarot memberi kode bahwa kerjasama parpol dalam pilkada merupakan embrio kerjasama Pemilu 2024 yang akan datang.

    “PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung Pemerintah,” ujar Djarot.

    Untuk diketahui, di pilkada 2020 di beberapa wilayah, PD dan PKS memang terancam tak memiliki calon kepala daerah. Di Solo, nama yang mencuat adalah Gibran-Teguh, dimana PKS dan PD tak ada sebagai pengusung. Sementara untuk mengusung calon sendiri, kedua partai itu tak memiliki kursi DPRD yang cukup sesuai syarat di undang-undang. Di Medan, kedua partai sedang berusaha mengajak petahana yang juga kader PDIP Akhyar Nasution agar berani melawan Bobby Nasution.

    TAGS : PKS Demokrat Gibran Rakabuming Bobby Nasution

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75645/Bagai-Air-dan-Minyak-Akar-Rumput-PDIP-dengan-Demokrat-dan-PKS-Sulit-Menyatu/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIran Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina ke Prancis
    Next Article JK Apresiasi Penanganan Covid-19 di Jawa Barat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.