Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Balada Tiang listrik dan Setya Novanto
    News

    Balada Tiang listrik dan Setya Novanto

    November 18, 2017No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Balada Tiang listrik dan Setya Novanto 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Balada Tiang listrik dan Setya Novanto

    Meme Setya Novanto dan tiang listrik.

    Gubernur DKI Anies Baswedan tampaknya bakal terseret dalam pusaran kasus kecelakaan Setya Novanto. Direktur PT PLN Persero membantah kabar bahwa tiang listrik menjadi penyebab kecelakaan Ketua Umum Golkar itu. Karenanya dia menolak ikut bertanggung jawab.

    “Setelah kami cek ke lapangan, ternyata yang ditabrak mobil Pak Setvov bukan tiang listrik. Namun lampu penerangan jalan milik Pemprov DKI. Jadi Gubernur Anies yang harus bertanggung jawab,” tegas Dirut PLN Sofyan Basir dalam sebuah siaran pers.

    “Kami minta nama baik PT PLN dan tiang listrik segera direhabilitasi. Kami juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukum bagi pihak-pihak tertentu yang secara sengaja menyebarkan informasi yang keliru, bahwa penyebab kecelakaan itu, karena tiang listrik,” tambah Sofyan.

    Guyonan semacam itu dalam dua hari terakhir mendominasi ruang publik, terutama media sosial. Kecelakaan yang menimpa Novanto memicu kreativitas yang luar biasa tinggi. Ada yang membuat meme, mengedit video, membuat joke, bahkan saking niatnya sampai ada yang membuat komik. Dahsyat! 

    Berbagai joke tadi menyebar dengan sangat cepat, di-share dari satu media pertemanan ke group media pertemanan yang lain. Rumusnya click, laugh and share.

    Ada joke yang modelnya tampaknya sangat serius, walau sebenarnya tidak serius. Tapi ada model joke pendek bahwa Setnov terkena OTT (Operasi Tabrak Tiang), sebagai plesetan dari Operasi Tangkap Tangan yang biasa dilakukan oleh KPK.

    Ada pula yang memplesetkan  peribahasa “setinggi-tinggi bangau terbang, akhirnya kembali ke pelimbahan juga,” menjadi “sejauh-jauh Setnov pergi, akhirnya kembali ke rumah sakit juga.”

    Kasus serius kecelakaan  Setnov oleh publik diredusir menjadi hal yang tidak serius, menjadi guyonan. Mood  publik tiba-tiba berubah, dari serius, menjadi santai, otot-otot saraf menjadi kendur.

    Tidak perlu kaget bila Anda mendapati  orang sedang memelototi gadget, sambil senyum-senyum sendiri,  ada yang tertawa terbahak-bahak, dan yang lebay sampai tertawa terguling-guling. Lol……

    Menertawakan diri sendiri

    Mengapa publik justru “bersenang-senang,” dengan kasus Setnov. Adakah yang salah dengan masyarakat kita? Jika kita cermati, publik sebenarnya bukan menertawakan Setnov. Bagaimanapun Setnov adalah pimpinan DPR, sebuah lembaga tinggi negara yang merupakan representasi dari suara rakyat. Jadi kita sebenarnya sedang menertawakan diri sendiri. Menertawakan kondisi negeri kita yang kian hari kian lucu.

    Dalam ilmu psiklogi kemampuan menertawakan diri sendiri menjadi indikator kualitas kita sebagai manusia sangat baik.

    Dalam bukunya Humor, Irony and Self Detachment, pakar psikologi David Cohen menyatakan kemampuan manusia melihat sebuah ironi, menunjukkan bahwa akal kita masih sehat. Masih normal.

    Kita bisa memisahkan diri (self detachment), antara subyek yang ditertawakan, dan obyek yang ditertawakan.

    Menertawakan diri sendiri bisa menjadi mekanisme internal bagi kita untuk melepaskan penat akibat beban kerja, konflik, maupun berbagai persoalan yang kita hadapi. Menertawakan  diri menjadi katup bagi kita untuk melupakan perbedaan politik, dan pengelompokan di tengah masyarakat yang sangat dalam akibat beda dalam pilihan pilkada.

    Tidak usah jauh-jauh, silakan cek di grup-grup pertemanan Anda. Baik Ahoker maupun anti Ahok, baik Jokower maupun yang anti Jokowi, bisa bersama-sama tertawa terbahak-bahak ketika mendapat kiriman joke, maupun meme soal Setnov.

    Sampai dalam batas ini Setnov berjasa menyatukan mereka yang selama ini berseberangan secara politik. Setnov juga berjasa membuat banyak orang bahagia dan dapat sejenak melupakan persoalan melemahnya daya beli, dan lesunya perekonomian nasional.

    Tolong jangan selalu melihat Setnov dari sisi yang negatif. Dia berhasil membuat hampir seluruh negeri ini berbahagia. Bersatu dalam lucu.

    Tersenyum-senyum sendiri jelas jauh lebih sehat, dibandingkan bila Anda marah-marah. Tertawa-tawa, jauh lebih sehat dibandingkan bila Anda ngamuk dan marah-marah ketika kalah pilkada.

    Joke, maupun meme seorang petinggi lembaga negara juga menunjukkan kualitas demokrasi kita sudah sangat maju. Indonesia sudah selevel Amerika Serikat yang presidennya sering dibuat meme, dan lucu-lucuan. Bedanya di AS Presiden Trump yang jambulnya sering dijadikan meme, dan bonekanya dalam ukuran besar dijadikan sansak tinju, tidak pernah melapor ke polisi.

    Namun sambil Anda tersenyum-senyum, tertawa-tawa, jangan sampai kehilangan kewaspadaan. Bisa jadi membanjirnya joke, meme tentang Setnov menjadi sebuah fenomena awal adanya public distrust.

    Masyarakat tidak lagi percaya terhadap lembaga pemerintah, baik di bidang eksekutif, legislatif  maupun yudikatif. Publik melihat kasus Setnov  sebagai sebuah dagelan politik, yang kebetulan kok lucu juga ya.

    Masyarakat yang mengalami public distrust tidak lagi peduli apapun yang dilakukan pemerintah, maupun lembaga tinggi negara lainnya. Kalau orang Betawi menyebutnya “Terserah aje, mau ape ente.”  Sedang orang Jawa bila kesal akan bilang “Sak Karepmu. Ora urus. Ora mikir.”

    TAGS : Opini Setya Novanto tiang listrik

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/24968/Balada-Tiang-listrik-dan-Setya-Novanto/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemuda Lintas Agama Punya Peran Setara Membangun Bangsa
    Next Article Mengapa Indonesa Tak Mudah Dipecah Belah? Ini Kata Cak Imin
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.