Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Bali Masuk Provinsi Posisi Tertinggi Kasus Ginjal Kronis
    News

    Bali Masuk Provinsi Posisi Tertinggi Kasus Ginjal Kronis

    March 7, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bali Masuk Provinsi Posisi Tertinggi Kasus Ginjal Kronis 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bali Masuk Provinsi Posisi Tertinggi Kasus Ginjal Kronis 2
    Tangkapan layar – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Eva Susanti dalam Press Briefing Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2023 yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (7/3/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Sebanyak 12 provinsi di Indonesia dilaporkan menempati posisi tertinggi angka kasus penyakit ginjal kronis. Salah satunya adalah provinsi Bali.

    “Angka kematian akibat ginjal kronis di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu lebih jiwa,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Eva Susanti dalam jumpa pers Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2023, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (7/3).

    Kasus tertinggi di Indonesia ada di Kalimantan Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, NTB, Aceh, Jawa Barat, Maluku, DKI Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

    Prevalensi penyakit ginjal kronis pada umur lebih dari 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter pada 2018 berjumlah 739.208 jiwa, atau meningkat dari 2013 sebesar 2 permil menjadi 3,8 permil.

    Berdasarkan kriteria usia, didominasi 65-74 tahun sebanyak 8,23 permil, usia 75 tahun ke atas 7,48 permil, 55–64 tahun 7,21 permil, dan 45–54 tahun 5,64 permil. Berdasarkan jenis kelamin lebih didominasi laki-laki di wilayah perkotaan. “Indonesia saat ini menghadapi bonus demografi, justru pada umur 35 mulai menampakkan orang dengan usia produktif terjadi penyakit ginjal kronis. Ini harus kita waspadai,” katanya.

    Ia mengatakan, penyakit ginjal kronis menempati urutan ke-11 kasus penyakit paling mematikan di dunia, mencapai lebih dari 1,42 juta jiwa. Angka itu berada dalam jajaran penyakit mematikan lainnya seperti jantung 9,13 juta jiwa, stroke 6,5 juta jiwa, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) 3,2 juta jiwa, infeksi pernapasan bawah 2,49 juta jiwa, kanker paru 2 juta jiwa, kelainan neonatal 1,88 juta jiwa, alzheimer 1,62 juta jiwa, diabetes 1,55 juta jiwa, diare 1,53 juta jiwa, sirosis 1,47 juta jiwa.

    “Gagal ginjal termasuk dalam kategori pembiayaan penyakit katastropik di Indonesia yang mencapai Rp1,93 triliun lebih berdasarkan laporan sampai dengan 30 November 2022,” katanya.

    Eva mengatakan faktor penyebab ginjal kronis yang bisa diubah melalui kebiasaan, diantaranya diabetes tipe 2, hipertensi, konsumsi pereda nyeri, narkoba, dan radang ginjal. Sedangkan yang tidak bisa diubah adalah riwayat keluarga, kelahiran prematur, trauma di daerah abdomen, serta jenis penyakit tertentu seperti lupus, AIDS, dan hepatitis C.

    “Faktor risiko ginjal kronis yang dapat diubah dengan cara menghindari pola makan tidak sehat, memperbanyak aktivitas fisik, berhenti merokok, dan menghindari obesitas,” katanya.

    Pada acara yang sama Humas Pengurus Besar Perhimpunan Nefologi Indonesia (Pernefri) Wachid Putranto mengemukakan penyakit ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal secara struktural maupun fungsional yang terjadi selama lebih dari 3 bulan dan berlangsung progresif.

    “Progresif artinya semakin lama, semakin memburuk, sehingga dengan obat apapun tetap suatu saat akan naik stadiumnya, dari stadium 1 sampai 5, di mana stadium akhir ini pasien harus menjalani cuci darah atau terapi pengganti ginjal,” katanya.

    Kriteria lain dalam diagnosa ginjal kronis bisa dilakukan secara sederhana, melalui cairan urine menggunakan marker albuminuria dengan batas maksimal AER lebih dari 30mg/24 jam. “Penyakit ini diakibatkan diabetes, hipertensi, dan glomerulonefrisis atau suatu inflamasi dan kerusakan pada sistem filtrasi ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal,” katanya. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKPK Tingkatkan Status Kasus Rafael Alun ke Penyelidikan
    Next Article Korut Siap Mengambil Aksi “Sengit” Hadapi Latihan Militer AS dan Korsel
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.