Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Entertainment»Band Jadul, tapi Tak Gaptek
    Entertainment

    Band Jadul, tapi Tak Gaptek

    March 12, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Band Jadul, tapi Tak Gaptek 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    LAHIR pada 1996 ketika internet atau media sosial belum besar, Jikustik tak lantas kuper (kurang pergaulan) dan gaptek (gagap teknologi). Band asal Jogjakarta itu justru mampu memaksimalkan fungsi media sosial (medsos) dengan baik. Mereka menjadikan medsos sebagai alat promosi plus mencari pendapatan lain di luar manggung.

    ”Band ini memang berisi pria-pria ’jadul.’ Tapi, bukan berarti kami tidak mengikuti perkembangan zaman yang ada. Digitalisasi musik juga dilakukan sejak lama,” kata keyboardist Jikustik Adhit. ”Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Jikustik itu tetap rilis karya di digital, baik dengan label maupun indie,” lanjutnya.

    Di platform musik digital seperti Spotify pun sudah terpampang semua karya Jikustik. Mulai album pertama hingga single baru. ”Kalau fisik ya masih tetap. Tapi, mungkin nanti di-bundling dengan merchandise lain. Pasarnya untuk kolektor dan fans loyal,” terang Adhit.

    Sama halnya dengan band-band lawas, pandemi Covid-19 pada 2020 memaksa Jikustik membuat konten-konten di medsos. Salah satunya bereksplorasi di YouTube. ”Ada Jikustik Show yang kami rilis pada masa pandemi kemarin. Sudah ada lebih dari 10 episode,” jelas Adhit.

    Adhit mengakui, jumlah viewers kanal YouTube milik Jikustik belum mencapai jutaan. Masih di angka ribuan saja. ”Tapi, alhamdulillah, dengan adanya YouTube, Jikustik bisa menambah pemasukan band,” ungkap Adhit.

    Apa yang dilakukan Jikustik sejalan dengan Caffeine. Selain mengunggah beberapa video manggung, Caffeine mencoba merilis ulang klip video milik mereka yang pernah hit belasan tahun lalu.

    Soal karya, Caffeine juga lebih menomorsatukan rilisan digital. Selain karena digital lebih gampang dan murah, band asal Bandung itu ingin mengikuti perkembangan industri musik saat ini. ”Kami juga punya rencana merilis fisik. Tapi ya, setelah rilis beberapa single secara digital dulu,” ujar gitaris Caffeine Beni Anwar.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePerkuat Branding & Berdayakan Ibu Rumah Tangga
    Next Article PKT Gelar Jalan Sehat Bersama BUMN
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    tempat wisata Bandung terbaru 2026 (Ilustrasi/AI)

    Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan

    June 26, 2026
    KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026 (ilustrasi)

    KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026

    June 18, 2026
    Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal (Ilustrasi/AI)

    Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal

    June 9, 2026
    Film Apex Netflix Thriller Survival Intens (YouTube/Netflix))

    Film Apex Netflix Thriller Survival Intens Charlize Theron vs Taron Egerton

    April 28, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.