Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Bangladesh Cegah 84 Pengungsi Rohingya
    News

    Bangladesh Cegah 84 Pengungsi Rohingya

    May 19, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bangladesh Cegah 84 Pengungsi Rohingya

    Pengungsi Rohingya

    Jakarta, Jurnas.com – Pihak berwenang Bangladesh mencegah 84 pengungsi Rohingya dari Myanmar agar tidak melakukan perjalanan dengan kapal yang berbahaya ke Malaysia.

    Polisi di Pekua mengatakan 67 Muslim Rohingya dari Kutupalong, pemukiman pengungsi terbesar di dunia, dihentikan ketika mereka menunggu untuk naik kapal pukat ikan.



    Dilansir PressTV, mereka termasuk 31 wanita dan 15 anak-anak.

    Di Saint Martin, sebuah pulau kecil Bangladesh di Teluk Benggala, penjaga pantai negara itu menghentikan 17 orang Rohingya lainnya dan lima pedagang Bangladesh sebelum mereka bisa naik kapal penangkap ikan yang reyot.

    Baca juga :

    • Bangladesh Selamatkan 23 Gadis Rohingya yang Diselundupkan ke Malaysia
    • Olahan Sawit Asal Bangka Belitung Melapak di Bangladesh dan Vietnam
    • PBB: Myanmar Gagal Yakinkan Pengungsi Rohingya

    Fayezul Islam Mondol, komandan penjaga pantai regional, mengatakan mereka bertindak berdasarkan informasi.

    Sekitar 740.000 minoritas Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak tindakan keras militer yang brutal dimulai pada Agustus 2017.

    Mereka bergabung dengan 300.000 Rohingya lainnya yang sudah tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak di daerah Cox`s Bazar setelah serangan kekerasan sebelumnya.

    Ribuan pengungsi berusaha mengungsi dari kamp setiap tahun untuk mengejar peluang yang lebih baik di negara-negara seperti Malaysia dan Thailand.

    Mereka sering menghabiskan tabungan hidup mereka untuk memulai perjalanan kapal berbahaya yang mereka yakini akan meningkatkan kehidupan mereka, tetapi banyak yang menjadi mangsa geng perdagangan manusia internasional.

    Sebagian besar berusaha melakukan perjalanan sebelum Maret, ketika laut tenang sebelum musim hujan tiba, tetapi para ahli mengatakan para penyelundup kini meyakinkan para pengungsi untuk mencoba menyeberang bahkan di perairan yang keras.

    “Ini adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan,” Jishu Barua, seorang pekerja bantuan yang mengkhususkan diri dalam perdagangan orang, mengatakan kepada AFP.

    TAGS : Pengungsi Rohingya Bangladesh

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/52907/Bangladesh-Cegah-84-Pengungsi-Rohingya/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSaudi Bantah Tudingan Aktivis yang Kabur ke Norwegia
    Next Article Iran Disebut di Balik Serangan Dua Stasiun Pompa Minyak Saudi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.