Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Banyak Negara Resesi, Indonesia Harus Melakukan Apa? – KRJOGJA
    Ekonomi

    Banyak Negara Resesi, Indonesia Harus Melakukan Apa? – KRJOGJA

    August 23, 2020No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Banyak Negara Resesi, Indonesia Harus Melakukan Apa? – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JAKARTA, KRJOGJA.com – Beberapa negara di Benua Eropa mengalami resesi yang cukup dalam. Sebut saja, Jerman, Inggris, dan yang baru ini adalah Skotlandia. Selain Eropa, negara di Asia juga sudah resesi. Seperti halnya negara tetangga seperti Singapura, Thailand hingga Malaysia.

    Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan penguatan konsumsi rumah tangga yang di dalam program pemulihan ekonomi perlu dijalankan. Halnitu tertuang dalam pos-pos jaring pengaman sosial, diantaranya penyaluran bansos, bansos produktif, kartu pra kerja, program PKH.

    “Ini dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat lapis bawah yang rentan terdampak oleh pandemi Covid-19,” kata Ryan saat dihubungi di Jakarta, Minggu (23/8/2020).

    Dia melanjutkan relaksasi restrukturisasi kredit terdampak oleh Covid-19 melalui POJK No. 11/2020 tentu sangat membantu kalangan perbankan dan dunia usaha, terutama segmen UMKM, untuk mampu melewati periode bertahan dan lanjut ke periode pemulihan saat ini.

    “Lebih-lebih sekitar 58-60% dari total PDB Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga, bukan oleh ekspor. Maka, sudah benar strategi pemerintah untuk menjaga signal pemulihan ekonomi di kuartal III dan kuartal IV serta kuartal-kuartal berikutnya di 2021,” imbuhnya.

    Menurut dia, negara-negara Zona Euro, termasuk Skotlandia yang mengalami resesi tidak memberikan efek yang besar untuk perekonomian Indonesia.

    “Khususnya ekspor nonmigas, sehingga relatif tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan PDB atau pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tandasnya. (*)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleUEA Bidik Investasi Sektor Pangan di Subang – KRJOGJA
    Next Article Anak Usia 12 Tahun ke Atas Wajib Pakai Masker 
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.