Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Benarkah Visi-Misi Jokowi-MA Dinilai Lebih Optimistis?
    News

    Benarkah Visi-Misi Jokowi-MA Dinilai Lebih Optimistis?

    October 30, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Benarkah Visi-Misi Jokowi-MA Dinilai Lebih Optimistis?

    Pembahasan visi dan misi pasangan calon Pemilihan Presiden 2019 (Foto: Ecka Pramita)

    Jakarta – Direktur Institut Narasi Indonesia, Mickael B. Hoelman dalam forum diskusi membedah Visi Misi Capres-Cawapres Pemilu 2019 menilai pasangan Jokowi-Maruf Amin lebih memiliki visi yang kontekstual dan optimis sesuai dengan tantangan indonesia saat ini.

    “Jokowi Amin kalau kita cermati visi misinya terlihat optimistis dan berorientasi masa depan. Mungkin karena khususnya Jokowi yang saat ini Presiden paham benar tantangan indonesia ke depan.” Kata Mickael B. Hoelman dalam diskusi publik “Mencari Format Indonesia Maju” yang digelar di Jakarta (30/10).



    Menurutnya, pasangan 01 memiliki paket kebijakan yang cukup komprehensif untuk mengatasi tangangan ke depan seperti bonus demografi, produktivitas tenaga kerja dan industrialisasi 4.0.

    Jokowi-MA menyiapkan program reformasi sistem pendidikan, revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasional, revitalisasi industri dan manufaktur hingga reformasi ketenagakerjaan dan menumbuhkan kewirausahaan baru.

    Baca juga :

    • Valverde: Tak Ada Tahun Transisi untuk Real Madrid
    • John Cena Batalkan Pertarungan WWE di Arab
    • Lippi: Conte Bisa Hidupkan Kembali Real Madrid

    “Prioritas program aksi seperti ini dibutuhkan karena pendekatan sektoral tidak akan pernah cukup berhasil. Seperti Kartu Indonesia Pintar, ke depan mungkin Jokowi-MA akan mengenalkan Kartu Indonesia Terampil. Terobosan seperti ini belum banyak muncul dari tim Prabowo-Sandi.” Paparnya.

    Pada visi misi kedua pasangan, terdapat banyak kemiripan misi dan program aksi. Meski begitu, pasangan Jkw-MA jauh lebih lengkap mengidentifikasi isu-isu strategis.

    Pasangan Prabowo-SU misalnya tidak memiliki misi khusus untuk menyelesaikan masalah ketimpangan. Termasuk ketimpangan yang dihadapi kelompok perempuan.

    Padahal, Cawapres Sandiaga dalam setiap pernyataannya kerap mengutip soal “emak-emak”. Sayangnya, dalam dokumen resmi yang disampaikan ke KPU, visi misi Prabowo sama sekali belum mencantumkan bahkan satu kata pun tentang perempuan.

    Mickael menuturkan masukan-masukan publik mungkin dapat digunakan untuk memperbaiki visi misi kedua pasangan agar lebih paripurna. “Semua pasangan capres terutama diharapakan mampu membangun optimisme publik dam bukan sebaliknya. Harus konsisten antara visi dengan narasi kampanye dan juga kerja nyatanya.” Harapnya.

    Sementara itu dalam kesempatan sama pengamat kebijakan Publik Ah. Maftuchan, menilai terlepas dari narasi visi-misi yang tujuannya memakmurkan indonesoa, Jokowi sebagai petahana dianggap lebih memahami detail masalah.

    Jokowi juga dianggap selama ini telah membangun fundamental yang tepat bagi kerangka meneruskan capainnya melalui visi-misi pencapresannya 2019 mendatang.

    Sudah tepat karena semua negara maju paling tidak ditandai oleh infrastruktur yang terkoneksi dan dapat dimanfaatkan sebanyak-banyaknya masyarakat, itu diimbangi dengan program subsidi yang produktif, tata kelola pemerintahan yang membaik dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam.

    “Jokowi dengan dana desa konsisten dan program perlahan reforma agraria udah melakukan hal tepat.” Papar Direktur Lembaga Prakarsa tersebut.

    Sementara itu, Eddy Soeparno, Sekjend Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Badan Pemenangan Prabowo-Sandi menkritisi persoalan daya beli, lapangan kerja dan kestabilan harga yang belakangan ini menurutnua menjadi perhatian masyarakat.

    “Indonesia harus jadi basis ekspor, jangan hanya mengimpor saja.” Tegasnya.

    Ia mengkritik pemerintah saat ini yang belum maksimal mengembangkan ekonomi. “Industri kita pertumbuhannya semakin rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kita.” Tegas Eddy.

    Eddy berharap ke depan Ekspor indonesia lebih kompetitif. Di era revolusi 4.0 ekonomi kian disruptif dan banyak tenaga kerja kita hilang lapangan pekerjaannya, “Kami fokus menyusun visi supaya ada reskilling untuk tenaga kerja kita.” Pungkas Eddy

    TAGS : Pasangan Capres Jokowi MA Prabowo Sandiaga

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/43090/Benarkah-Visi-Misi-Jokowi-MA-Dinilai-Lebih-Optimistis/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTurki Bantah Tuduhan Pemerintah Suriah
    Next Article DPR: Butuh 8.000 Kosakata Bahasa Indonesia per Tahun
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.