Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Beri Opsi, tapi Tidak Memaksa
    Lifestyle

    Beri Opsi, tapi Tidak Memaksa

    October 31, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Beri Opsi, tapi Tidak Memaksa 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Parents pernah tidak, saat lagi asyik jalan ke pertokoan di mal, tiba-tiba anak minta mainan yang tak sesuai gender? Misalnya, anak cowok, tapi pengin beli boneka. Atau anak cewek minta bawa pulang tembak-tembakan.

    —

    KOK adik mainan boneka, padahal cowok. Kok adik beli robot-robotan, padahal cewek. Mom-dad tenang. Coba sambil dipantau ya. Jangan langsung banyak protes. Ah, tapi khawatir nanti permainan anak bisa memengaruhi orientasi seksual di masa depan.

    Berbagai jenis mainan bisa membantu mengembangkan motorik anak-anak. Salah satunya boneka yang melatih motorik halus anak. Selain motorik halus, mainan juga melatih imajinasi anak.

    Psikolog anak Agustina Twinky Indrawati mengatakan, ada juga anak yang bermain sesuai gender, tapi ada perbedaan orientasi seksual di kemudian hari. Jadi, kesimpulannya, mainan yang dimainkan anak tidak bisa menjadi patokan bunda-ayah. Mainan bebas dimainkan. Free gender.

    Siapa tahu, lanjut Twinky, anak cowok main masak-masakan ternyata bercita-cita menjadi chef. Tidak masalah berarti. Menurut dia, anak perlu dibebaskan dalam memilih mainan. Supaya anak bisa mencoba hal baru di dunia baru.

    Twinky menyebutkan, ketika berusia 2 tahun, anak sebetulnya sudah paham gendernya. ”Oh, saya cowok atau cewek. Orang tua bilang, ayo anak cowok nggak boleh nangis. Itu misalnya ya. Tanpa sadar orang tua sudah membangun stereotipe untuk anak,” tuturnya kemarin.

    Keterbukaan dan kenyamanan dalam berkomunikasi menjadi lebih penting dibandingkan jenis mainan anak. Twinky mengungkapkan, ketika dua hal tersebut tumbuh dalam keluarga, akan berdampak positif bagi anak. Anak bisa lebih terbuka dalam bercerita. Tidak takut kepada keluarga. ”Tak perlu khawatir soal masalah orientasi gender begitu. Mereka akan bercerita sendiri jika ada masalah,” tambahnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIni Rahasia Dana Murah BRI Terus Tumbuh Positif – KRJOGJA
    Next Article Bicara Cinta, Brisia Jodie Belum Siap Dilamar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya (Ilustrasi/AI)

    Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya

    June 11, 2026
    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.