Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Biaya Kesehatan Mahal, CPPS: Bukti Pemerintah Abai terhadap Human Capital
    News

    Biaya Kesehatan Mahal, CPPS: Bukti Pemerintah Abai terhadap Human Capital

    May 14, 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Biaya Kesehatan Mahal, CPPS: Bukti Pemerintah Abai terhadap Human Capital

    Direktur Eksekutif Center of Publik Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto

     

    Jakarta, Jurnas.com – Direktur Eksekutif Center of Publik Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto mengatakan, mahalnya biaya kesehatan menjadi bukti bahwa pemerintah abai terhadap human capital.

    “Karena itu indeks kualitas hidup manusia Indonesia peringkatnya tergolong masih rendah. Pada Tahun 2019 IPM Indonesia di peringkat 111 dari 189 negara yang dikeluarkan oleh PBB,” kata Bambang kepada Jurnas.com, Kamis (14/05/2020).

    Menurut Bambang, peringkat Indonesia didunia kesehatan masih belum menggembirakan. Padahal Kesehatan sebagai barang publik seharusnya rakyat memperolehnya tanpa transaksi alias gratis.

    “Jika semua barang publik berbayar maka beban sosial semakin berat,” katanya.

    Baca juga.. :

    • Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, PPP: Pemerintah Kurang Punya `Sense of Crisis`
    • Komisi IX DPR: BPJS Kesehatan Harus Diselamatkan
    • Komisi IX DPR Sesalkan Perpres Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

    Lantaran pemerintah ingin tetap mematok tinggi iuran BPJS Kesehatan. Bambang pun menganggap pemerintah sejatinya telah mengkhianati amanat penderitaan rakyat.

    “Kepercayaan publik terhadap tatakelola BPJS sudah cukup lama negatif. buruknya tata kelola BPPJS bukti kontrol pemerintah selama ini lemah,” katanya.

    “Persoalan manajemen BPJS yang semakin kompleks pada akhirnya rakyat lagi yang menjadi tumpuan beban yakni iuran BPJS dinaikan. Kenaikan tersebut dituangkan dalam kebijakan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020,” imbuh dia.

    Seperti diketahui bahwa sebelumnya Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Jaminan Kesehatan yang mengatur kenaikan iuran BPJS pada Januari 2020 yang lalu. Aturan itu kini diberlakukan kembali dengan Perpres yang baru tersebut.

    Dengan demikian kenaikan iuran BPJS sebagaimana diatur dalam pasal 34 mulai berlaku tanggal 1 Juli 2020. Besaran kenaikan yaitu; Kelas I iuran peserta mandiri naik menjadi RP. 150.000 saat ini Rp. 80.000, kelas II iuran peserta mandidir naik menjadi Rp. 100.000 saat ini Rp. 51.000 dan kelas II naik dari Rp. 25.000 menjadi Rp. 42.000. Tapi mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp. 16.500 jadi tetap dibayarkan sebesar Rp. 25.000.

    Kenaikan iuran BPJS pada saat masyarakat menghadapi pandemi Covid 19 tentunya memberatkan. Sebab, Pada saat itu kemungkinan masyarakat ada yang kehilangan pekerjaan dan atau penghasilan berkurang selama pandemi virus Corona.

    “Untuk mengurangi beban masyarakat pasca pandemi virus corona pada bulan Juli 2020 yang akan datang, seharusnya kenaikan iuran BPJS tersebut sekaligus tercover dalam alokasi dana bantuan tunai langsung atau dana bantuan kesehatan masyarakat terutama bagi peserta BPJS kelas III,” katanya.

    Dijelaskan Bambang, Kesehatan sebagai fondasi human capital merupakan pilar strategis guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam persaingan global.

    Menurutnya, Pengelolaan BPJS kurang optimal akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

    “Menurunnya kesehatan masyarakat sudah barang tentu efeknya terhadap angka stunting bisa menurun,” katanya.

    Diketahui, Target Indonesia angka stunting pada tahun 2024 bisa dicapai 14 %. Sedang saat ini angka stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8 % masih jauh dibawah target yang ditetapkan WHO sebesar 20 %.

    Padahal persoalan stunting merupakan kampanye Pilpres pada tahun 2019 yang lalu sebagai isu strategis kedua calon presiden yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

    Karena itu target menurunkan angka stunting sampai tahun 2024 menjadi angka 14 % masih menjadi tanggung jawab Presiden Joko Widodo pada masa periode ke dua ini.

    Akan tetapi kebijakan menaikan iuran BPJS diatas seakan melupakan janji kampanye Presiden Jokowi waktu itu.

    “Sebenarnya masih ada waktu merealisasikan tanggungjawab atas janjinya tersebut, Harapan publik pada masa periode kedua jangan sampai karena Jokowi tanpa beban seperti yang pernah diucapkannya,” katanya.

    “Hendaknya tetap jangan lupa bahwa kebijakan dibidang kesehatan masih ada hutang terutama penurunan angka stunting menjadi 14 % pada tahun 2024 dibawah angka toleransi yang ditetapkan WHO yaitu 20 %. Namun dengan pengelolaan BPJS yang belum baik serta biaya kesehatan yang semakin mahal tersebut di prediksi janji kampanye presiden pesimis dapat direaliasikan,” imbuh dia.

    TAGS : Bambang Istianto BPJS Kesehatan Jokowi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72295/Biaya-Kesehatan-Mahal-CPPS-Bukti-Pemerintah-Abai-terhadap-Human-Capital/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAnggota DPR PKB Ini Sumbangkan 25 Ton Beras dan 5000 Paket Sembako
    Next Article Pemudik Nekat Bertambah, Polisi Sekat 18.225 Kendaraan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.