Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»BMKG Sebut Ini Penyebabnya, Suhu di NTB Terasa Panas Dibanding Hari Normal
    News

    BMKG Sebut Ini Penyebabnya, Suhu di NTB Terasa Panas Dibanding Hari Normal

    April 24, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    BMKG Sebut Ini Penyebabnya, Suhu di NTB Terasa Panas Dibanding Hari Normal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    BMKG Sebut Ini Penyebabnya, Suhu di NTB Terasa Panas Dibanding Hari Normal 2
    Cuaca cerah di wilayah Nusa Tenggara Barat (BP/Ant)

    MATARAM, BALIPOST.com – Suhu di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terasa panas bila dibandingkan dengan hari normal sebelumnya. Hal ini diakibatkan adanya pengaruh angin monsun Australia.

    “Aliran massa udara ini membawa uap air yang kering, sehingga menyebabkan kondisi atmosfer menjadi kering dan panas,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Zaenudin Abdul Majid, Lombok, M Andre Jersey, dikutip dari kantor berita Antara, Senin (24/4).

    Selain itu uap air yang kering ini akan menyebabkan berkurangnya pembentukan awan yang dapat menahan sinar matahari untuk langsung memancarkan radiasinya ke permukaan bumi. “Sehingga cuaca pasca-bulan Ramadhan terasa panas,” katanya.

    Sementara itu, untuk suhu tertinggi yang tercatat di wilayah NTB mencapai 33 derajat Celsius dan suhu minimum yang tercatat terjadi pada malam hari mencapai 23 derajat Celsius. Sedangkan suhu normal di wilayah NTB itu mencapai 31 derajat Celsius. “Suhu tinggi mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari atau ada peningkatan dua derajat Celsius” katanya.

    BMKG juga menyatakan pada masa peralihan musim kemarau 2023 masih ada potensi hujan di wilayah NTB.

    Masyarakat diharapkan terus waspada akan adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor, yang terjadi pada periode peralihan musim hujan menuju musim kemarau yang sedang berlangsung di NTB saat ini. “Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” katanya. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAkhir April 2023, Delapan Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau
    Next Article Prabowo Menolak Dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, Begini Respons PDIP
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.