Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Branding Produk IKM Pangan Tingkatkan Value di Mata Konsumen
    Ekonomi

    Branding Produk IKM Pangan Tingkatkan Value di Mata Konsumen

    December 15, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Branding Produk IKM Pangan Tingkatkan Value di Mata Konsumen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sektor pangan mendominasi industri kecil menengah (IKM). Karena itulah, IKM pangan menjadi salah satu prioritas program ekonomi pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Tujuan utamanya adalah memberikan nilai tambah pada produk-produk IKM pangan dan memperluas pasarnya.

    Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan bahwa nilai tambah suatu produk punya peran besar dalam memajukan IKM pangan di Indonesia. “Untuk itu, pemerintah ingin mengambil langkah nyata dalam penguatan inovasi IKM pangan. Salah satunya melalui program Indonesia Food Innovation atau IFI,” ujarnya Senin (14/12).

    Inovasi IKM pangan, menurut Gati, berfokus pada branding. Dia yakin pemberian merek bisa memberikan value tersendiri di mata konsumen. IFI merupakan program yang dipersembahkan bagi para pelaku IKM dengan melibatkan para akademisi dan praktisi.

    Ada pembinaan dan pendampingan intensif dalam program tersebut. Khususnya, pendampingan pada sisi teknis dan bisnis oleh para pakar. Kemenperin berharap para peserta IFI kali ini bisa meningkatkan kapabilitas masing-masing dalam industri yang mereka tekuni.

    Gati menambahkan bahwa IFI juga membantu akselerasi bisnis para pelaku IKM pangan yang menerapkan inovasi, baik pada produk maupun proses pembuatannya. Mereka yang menggunakan sumber daya lokal sebagai bahan baku utamanya juga mendapatkan prioritas.

    “Sehingga IKM pangan ini siap menjadi IKM modern yang marketable, profitable, dan sustainable,” urainya.

    Menurut Gati, IKM pangan merupakan sektor usaha yang semakin tumbuh dan kian prospektif. Apalagi, semakin banyak pelaku IKM yang merambah sektor tersebut. Terutama generasi muda.

    “Untuk membantu start-up pangan agar lebih berdaya saing, pemerintah memberikan pendampingan di bidang teknologi maupun bisnis,” tuturnya.

    Dalam catatan Kemenperin, diketahui bahwa jumlah IKM pangan saat ini mencapai 1,86 juta unit usaha. Itu setara dengan 43,41 persen dari total unit usaha IKM.

    “Tentu mereka telah memberikan sumbangsih dalam memajukan industri pangan nasional. Mereka juga memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia,” beber Gati.

    Pasar IKM pangan Indonesia begitu luas. Bukan hanya pasar domestik, melainkan juga pasar ekspor. Oleh karena itu, IKM pangan harus punya strategi yang tepat untuk masuk pasar ekspor. Tidak sekadar meningkatkan kualitas, tapi juga membangun branding, beradaptasi, berinovasi, dan mampu membaca tren serta kebutuhan pasar.

    Bicara soal ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim bahwa program pendampingan ekspor atau export coaching program (ECP) 2020 menuai sukses. Program yang diselenggarakan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Banyuwangi itu mencatatkan transaksi ekspor sebesar USD 2,47 juta (sekitar Rp 34,86 miliar).

    “Capaian itu sangat membanggakan karena diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 yang penuh tantangan,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

    Sebagian besar dari total 41 eksporter atau pelaku usaha yang terlibat dalam program tersebut adalah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Produk yang diekspor pun beraneka ragam.

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan menyatakan bahwa pendampingan ECP berlangsung selama kurang lebih setahun. Pendampingan mencakup kegiatan peningkatan kualitas produk, perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain, dan kemasan produk bagi tujuan ekspor.

    ”Melalui ECP, pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi seputar negara tujuan ekspor,” tandas Kasan.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDPR Minta Kominfo Tindak Tegas Para Penyebar Hoaks
    Next Article Masyarakat Diminta Tak Halangi Petugas Penegak Protokol Kesehatan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.