Buntut Gas Melon Kembali Langka, Agen Disidak

Buntut Gas Melon Kembali Langka, Agen Disidak
ELPIJI – Petugas memindahkan tabung gas di salah satu agen gas elpiji 3 Kg di Denpasar, Kamis (27/7). Masyarakat Kota Denpasar sempat kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg di pedagang dan pangkalan gas. (BP/Eka Adhiyasa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Buntut kelangkaan LPG 3 Kg atau sering disebut Gas Melon di pasaran membuat jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar kembali melakukan sidak. Kali ini yang disasar, yakni agen elpiji PT Putra Bisma Jaya di Jalan Waribang. Dalam pemantauan tersebut, juga hadir dari Pertamina, serta dari kepolisian.

Kepala Disperindag Denpasar, Nyoman Sri Utari yang ditemui di sela-sela pemantauan, Kamis (28/7) mengatakan, keberadaan gas 3 Kg masih tersedia di pangkalan. Karena dari agen sudah melakukan pengiriman secara rutin. Karena itu, pihaknya minta warga tidak panik menghadapi kosongnya sejumlah gas 3 Kg di pasaran.

Sri Utari mengatakan, pihaknya menerima adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg sejak 24 Juli 2023. Ia pun mengaku heran, karena dalam pelaksanaan pasar murah sebelumnya, gas elpiji 3 kg yang dijual di Pasar Murah masih tersisa. “Saat pasar murah pertama sampai keempat landai, bawa 200 tabung masih sisa 80 tabung. Namun saat pasar murah kelima sudah langsung ramai,” katanya.

Dari pantauan di agen, tak ada kendala dalam hal distribusi dari SPBE. Dimana agen ini melayani sebanyak 31 pangkalan di Denpasar. Karena itu, Disperindag maupun Pertamina meminta masyarakat agar tak melakukan “panic buying”.

Sales Brand Manager Pertamina Rayon II Bali, Faris Aceriza menyebut ketersediaan gas 3 kg jelang Galungan dan Kuningan masih memadai.

Dirinya pun menampik adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Denpasar. “Bukan kelangkaan, karena proses dari Pertamina, dari SPBE ke agen itu normal, dan stok aman. Selain itu, dari agen ke pangkalan sesuai alokasi. Tidak ada pengurangan penyaluran. Bahkan cenderung melebihi kuota,” kata Faris.

Bahkan per hari ini, pihaknya mengaku menambahkan 90 ribu tabung ke 4 kabupaten dan kota yakni Denpasar, Tabanan, Badung, dan Gianyar.”Kami tambah 30 persen dari rata-rata harian di Bali yakni 260 ribu per hari,” katanya.

Dalam rangka Galungan ini, pihaknya hanya akan libur sekali yakni saat hari raya Galungan.”Sementara pada hari Minggu sebelum Galungan tetap normal hanya mengamankan stok elpiji selama Galungan. Hanya tanggal 2, saat galungan saja libur,” katanya.

Ia menambahkan, di Denpasar terdapat sebanyak 700 pangkalan. Sementara itu, terkait penggunaan elpiji 3 kg di lapangan agar tak salah sasaran, pihaknya menggunakan pendataan menggunakan KTP.

Selain itu, juga mengajak Pemda dan pihak terkait melakukan sidak dan jika ditemukan usaha besar menggunakan gas 3 kg, maka akan langsung diganti dan ditukar dengan gas elpiji warna pink. Ia menambahkan, untuk angka kewajaran, konsumen rumah tangga mendapat 4 hingga 5 tabung dalam sebulan.Sementara untuk UMKM 10 hingga 20 tabung per bulan. (Asmara Putera/balipost)

Credit: Source link

Related Articles