Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Cak Imin: Indonesia Butuh Sistem Ekonomi Inklusif
    News

    Cak Imin: Indonesia Butuh Sistem Ekonomi Inklusif

    November 3, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Cak Imin: Indonesia Butuh Sistem Ekonomi Inklusif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Cak Imin: Indonesia Butuh Sistem Ekonomi Inklusif

    Abdul Muhaimin Iskandar

    Jakarta – Indonesia memerlukan adanya sistem ekonomi yang inklusif yang berarti bertumpu pada nilai keadilan, kebersamaan dan kemakmuran bagi rakyat.

    “Dalam rangka meningkatkan kemajuan ekonomi, maka perlu sistem ekonomi yang inklusif. Ekonomi inklusif artinya paling tidak berlandaskan pada nilai keadilan, kebersamaan, keseimbangan dan kemakmuran bagi bangsa Indonesia,” kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr (HC) H. Abdul Muhaimin Iskandar di Graha Gus Dur DPP PKB, Jakarta (3/11/2017).

    Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin, saat menjadi keynote speaker di acara diskusi “Prospek Indonesia sebagai pusat keuangan syariah global”, ekonomi syariah merupakan solusi dalam rangka pembiayaan pembangunan dalam mengatasi ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat.

    “Ekonomi syariah adalah salah satu alternatif dan juga solusi kita bersama untuk pembiayaan pembangunan kita, terutama mengatasi ketimpangan ekonomi dan sosial,” katanya.

    Selain itu, Cak Imin menilai bahwa kehadiran sistem keuangan syariah sebagai solusi yang tepat bagi Pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Jika industri keuangan syariah betul-betul didorong, diperkuat dan terus dikembangkan, maka keuangan syariah akan dapat menjadi salah satu solusi utama pembiayaan pembangunan, baik untuk ekonomi umat, infrastuktur, maupun program pengentasan kemiskinan,” ujar Cak Imin.

    Cak Imin menagtakan bahwa selama 2016, industri keuangan syariah nasional mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Dimana data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Agustus 2017 tercatat petumbuhannya hingga 29,84 persen. Selain itu total aset keuangan Indonesia telah mencapai angka seribu triliun.

    “Pertumbuhan industri keuangan syariah cukup tinggi sebesar 29,84 persen, sedangkan total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp. 1.048,8 trilun,” katanya.

    Namun, demikian Cak Imin, pertumbuhan yang demikian tinggi diakui Cak Imin posisi Indonesia dalam Global Islamic Economic Indicator 2017 belum lah aman, lantaran jika menengok negara tetangga, perbankan syariah Indonesia masih terpaut jauh dengan Malaysia.

    “Masih berada diurutan 10, asetnya masih sangat kecil, misalnya perbankan syariah pada 2016 baru mencapai 5,3 persen. Capain ini masih berada jauh dibawah negara-negara lain, seperti Arab Saudi 51,1 persen, Malaysia 23,8,” tandas Cak Imin.

    Menurut Cak Imin, potensi yang dimiliki Indonesia, terutama dengan memanfaatkan bonus demografi dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Maka pengembangan ekonomi syariah diharapkan turut berkontribusi dalam mendukung transformasi perekonomian pada aktivitas ekonomi produktif.

    TAGS : Cak Imin ekonomi syariah pkb

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/24230/Cak-Imin-Indonesia-Butuh-Sistem-Ekonomi-Inklusif/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleZarif Tepis Tudiangan CIA yang Menyebut Iran Dukung Al-Qaeda
    Next Article Hakim Sidang e-KTP Heran Setya Novanto Sering Manjawab Lupa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.