Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Cerita Novel Soal Chef, Perusahaan Makanan dan Pemilik Modal Rakus
    News

    Cerita Novel Soal Chef, Perusahaan Makanan dan Pemilik Modal Rakus

    October 31, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Cerita Novel Soal Chef, Perusahaan Makanan dan Pemilik Modal Rakus 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com- Pasca berlakunya UU KPK hasil revisi, praktis kini lembaga antirasuah itu pun lumpuh. Penindakan korupsi jalan di tempat, tanpa ada prestasi yang membanggakan. Namun hal itu, justru dibanggakan para pihak yang mengusung adanya revisi UU tersebut.

    Melihat kondisi KPK yang kian terpuruk dari segi prestasi maupun citranya, penyidik senior lembaga antirasuah Novel Baswedan menganalogikan, jika KPK ibarat sebuah perusahaan yang di dalamnya terdapat beberapa chef dan tim juru masak dan para penyiap bahan-bahan, yang sehari-hari bekerja untuk menyajkan menu-menu terbaik. Namun, kini justru alat masak Chef dan tim nya diambil, sehingga tidka bisa bekerja lagi dengan baik.

    “Suatu saat perusahaan membuat kebijakan untuk mengambil alat masak chef dan tim. Tidak ada lagi pisau, tidak ada alat-alat bantu utama yang biasa digunakan para chef dan timnya,” kata Novel dalam ceritanya kepada JawaPos.com, Sabtu (31/10).

    Tak puas mengambil alat masak, kata Novel sang pemilik modal bahkan sengaja menempatkan beberapa orang sebagai ‘mata-mata’ untuk menggagalkan kerja para chef dan tim dalam menyajikan makanan terbaik. Di lain sisi, para pelanggan tetap menuntut penyajian menu terbaik.

    “Para chef dan tim berpikir, mana mungkin bisa membuat steak yang enak tanpa alat potong daging yang tepat. Mana mungkin pula menyajikan makanan yang menarik tanpa peralatan yang baik,” jelas Novel.

    Baca juga: DPR Setujui Permintaan Pimpinan KPK Minta Mobil Dinas Baru

    “Sulit bagi para chef, bila memilih meninggalkan perusahaan, maka akan diikuti oleh tim dan para chef yang lain untuk ikut meninggalkan perusahaan. Walaupun beberapa orang chef sudah mengambil keputusan meninggalkan perusahaan atas berbagai pertimbangan,” papar Novel.

    Dijelaskan Novel, dalam teori manajemen manapun, untuk membangun perusahaan makanan yang baik, tidak hanya butuh modal besar, tetapi juga memerlukan waktu, leadership dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen perusahaan.

    Para chef dan tim ini, menurutnya bukan ingin dipuji ketika bekerja, tidak penting itu. Mereka bekerja dengan senang hati, karena hobby dan punya komitmen untuk selalu menyajikan makanan yang terbaik semampunya. Bahkan banyak di antara mereka justru bangga ketika dapat menyajikan masakan yang sangat lezat tanpa perlu dikenal.

    “Bagi para chef dan tim juga tidak pernah ambil pusing ketika kerja mereka dicela atau dihina, itu tidak penting pula, karena mereka mencintai hobinya. Tak jarang juga mereka terluka ketika bekerja, dan itu dianggap biasa saja. Mereka juga tampaknya tidak mempermasalahkan bahwa perusahaan sudah tidak memberikan dukungan dan peralatan memasak lagi,” tegas Novel.

    Akhir-akhir ini, menurut Novel, para pelanggan sekarang sudah mulai terbiasa untuk tidak berharap mendapat makanan yang lezat. Barangkali sekarang memang sudah tidak musim lagi makanan-makanan dengan rasa dan sajian terbaik, pemilik modal dan pelanggan hanya perlu buah-buahan dan sayur-sayuran.

     

    Saksikan video menarik berikut ini:


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSejak 3 Bulan Terakhir Ini, Seribuan Naker Kapal Pesiar Bali Sudah Berangkat
    Next Article Mudahkan Transaksi Bilateral, BNI Layani LCS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.