Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»China Kerahkan Polisi Cegah Demo Anti-Lockdown Meluas
    International

    China Kerahkan Polisi Cegah Demo Anti-Lockdown Meluas

    November 30, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    China Kerahkan Polisi Cegah Demo Anti-Lockdown Meluas 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    China Kerahkan Polisi Cegah Demo Anti-Lockdown Meluas 2
    Arsip – Seorang peserta memegang payung bertuliskan protes terhadap kebijakan “nol COVID-19” yang diterapkan pemerintah China di dekat Konsulat China, New York, Amerika Serikat, Selasa (29/11/2022). (BP/Ant)

    BEIJING, BALIPOST.com – Ditengah protes di seluruh negeri selama akhir pekan terhadap penguncian dan tindakan pencegahan ketat lainnya. Pemerintah China berusaha mencegah demonstrasi kemarahan publik berlanjut dengan mengerahkan polisi secara besar-besaran.

    Surat kabar milik Partai Komunis yang berkuasa, The People’s Daily, pada Selasa, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (30/11), melaporkan bahwa kebijakan itu telah terbukti “ilmiah dan efektif” dan memperingatkan agar tidak berpuas diri dalam upaya negara untuk mengekang pandemi.

    Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa pendekatan bertarget harus diambil berdasarkan keputusan pemerintah China baru-baru ini untuk “mengoptimalkan” langkah-langkah respons COVID guna memperbaiki langkah-langkah kebijakan yang “berlebihan”.

    Langkah-langkah yang dilonggarkan termasuk periode karantina yang lebih pendek dan membebaskan penduduk yang tinggal di rumah dari pemeriksaan COVID secara massal.

    Saat beberapa demonstran secara terbuka mengecam Partai Komunis pimpinan Presiden Xi Jinping dan melawan ketakutan mendapatkan persekusi, pemerintah Xi diperkirakan akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah unjuk rasa anti lockdown berkembang menjadi gerakan politik besar.

    Pemerintahnya juga diharapkan menyesuaikan langkah-langkah pembatasan COVID untuk mengurangi frustrasi publik.

    Kehadiran banyak polisi telah dikonfirmasi di kawasan-kawasan tempat demonstrasi berlangsung di Beijing dan Shanghai.

    Beberapa pengacara hak asasi manusia mengatakan beberapa pengunjuk rasa telah dibawa oleh pihak berwenang dan mahasiswa mendapat tekanan untuk tidak bergabung dalam aksi protes.

    Pada Senin (28/11), China mencatat jumlah kasus COVID-19 harian sekitar 37.000 di daratan, turun sedikit setelah mencapai rekor tertinggi selama lima hari berturut-turut hingga Minggu (27/11), menurut Komisi Kesehatan.

    Pemerintah China pada Selasa mengatakan akan mempercepat vaksinasi COVID-19 bagi lansia, terutama bagi yang berusia 80 tahun ke atas.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa telah meminta Beijing menjamin hak warga untuk melakukan protes secara damai.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan pada konferensi pers Beijing pada Selasa bahwa hak hukum dan kebebasan warga negara China dijamin sepenuhnya, tetapi hak dan kebebasan apa pun “harus dilaksanakan dalam kerangka hukum.”

    Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun membela langkah pembatasan COVID yang ketat di negaranya.

    Pada Senin di New York, Zhang Jun mengatakan kepada penyiar Al Jazeera: “Anda mungkin mengatakan Anda lebih suka kebebasan, lebih banyak kebebasan, tetapi kemudian Anda harus bersiap untuk mati”.

    Dia menegaskan bahwa beberapa negara yang telah melonggarkan peraturan COVID melakukannya “dengan mengorbankan rakyat”. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLokasi Gempa Bumi Cianjur Jangan Dijadikan Tempat Wisata
    Next Article BMKG : Ikan di Pesisir Pantai Mutiara Akibat Dorongan Angin Laut
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.