China Tak Tertarik dengan Perjanjian Nuklir Rusia-AS

China Tak Tertarik dengan Perjanjian Nuklir Rusia-AS

Bendera kebangsaan Amerika Serikat bersanding dengan bendera kebangsaan China (Foto: Johannes Eisele/AFP)

Moskow, Jurnas.com – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut negaranya tidak tertarik untuk bergabung dengan perjanjian kontrol senjata nuklir, dengan Amerika Serikat dan Rusia.

Wang yang saat ini sedang berada di Sochi, Rusia, mengeluarkan pernyataan tersebut jelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov pada Senin (13/5).



Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan melakukan pertemuan yang sama pada Selasa (14/5) besok, dilansir dari Associated Press, menyusul keinginan Presiden AS Donald Trump untuk mengikutsertakan China dalam perjanjian nuklir terbaru.

China tidak tertarik menjadi bagian dari perjanjian semacam itu,” kata Wang kepada awak media.

China menyimpan persenjataan nuklir pada tingkat minimal, guna memastikan kebijakan pertahanan,” imbuh dia.

Bulan lalu, Rusia menyatakan bersedia untuk melakukan negosiasi perjanjian nuklir baru dengan Amerika Serikat (AS) dan China.

Kepada awak media, Wakil menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, Moskow mengamati AS ingin mencapai kesepakatan senjata nuklir dengan Rusia dan China, dan bersedia untuk bernegosiasi.

Pernyataan ini diwartakan oleh CNN pada Jumat (26/4) pagi, setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menemui Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ryabkov juga ingin menyakinkan AS untuk mengadopsi pernyataan bersama, yang akan mengutuk setiap penggunaan senjata nuklir.

TAGS : Perjanjian Nuklir INF Rusia Amerika Serikat China

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/52538/China-Tak-Tertarik-dengan-Perjanjian-Nuklir-Rusia-AS/

Related Articles