Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Dalam 45 Tahun Terakhir, Ketersediaan Lapangan Kerja di Jepang Turun Tajam
    International

    Dalam 45 Tahun Terakhir, Ketersediaan Lapangan Kerja di Jepang Turun Tajam

    January 29, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dalam 45 Tahun Terakhir, Ketersediaan Lapangan Kerja di Jepang Turun Tajam 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dalam 45 Tahun Terakhir, Ketersediaan Lapangan Kerja di Jepang Turun Tajam 2
    Warga mengenakan masker wajah berada di jalanan Kota Tokyo, Jepang. (BP/AFP)

    TOKYO, BALIPOST.com – Ketersediaan lapangan pekerjaan pada 2020 mencatat penurunan paling tajam dalam 45 tahun di Jepang. Sementara tingkat pengangguran di negara itu naik untuk pertama kalinya dalam 11 tahun.

    Kondisi ini, dikutip dari Kantor Berita Antara, sebagai dampak dari pandemi virus korona baru, Jumat (29/1). Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, rasio ketersediaan lapangan kerja turun 0,42 poin menjadi 1,18, setara dengan 118 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 orang yang mencari pekerjaan.

    Angka tersebut menandai penurunan tercepat sejak penurunan 0,59 poin yang tercatat pada tahun 1975, dengan angka tersebut merupakan level terendah sejak 2014, kata kementerian itu.

    Secara terpisah, tingkat pengangguran pada tahun 2020 mencapai 2,8 persen, naik 0,4 persen dari tahun sebelumnya, membukukan peningkatan pertama sejak 2009, kata Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi.

    Biro statistik juga mengatakan jumlah pengangguran pada tahun 2020 meningkat 290.000 menjadi 1,91 juta orang, merupakan yang tertinggi 11 tahun, sementara jumlah orang yang bekerja turun 480.000 menjadi 66,76 juta, menandai penurunan pertama dalam delapan tahun.

    Jumlah karyawan cuti melonjak 800.000 menjadi 2,56 juta, karena penyebaran virus. Angka tersebut menandai level tertinggi sejak data pembanding tersedia pada tahun 1968, data kementerian menunjukkan.

    Untuk bulan Desember 2020, tingkat pengangguran mencapai 2,9 persen, sementara rasio ketersediaan lapangan kerja berada di 1,06, dengan kedua angka tersebut tetap tidak berubah dari bulan sebelumnya, data terbaru mengungkapkan.

    “Data menunjukkan dampak pandemic virus korona berlanjut signifikan di pasar tenaga kerja. Kami akan terus memantau perkembangan,” kata Ryota Takeda, Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDengarkan Keluhan Perajin Bali, Ini Janji Menparekraf
    Next Article Menteri PPPA Kunjungi Pengungsi Gempa Mamuju
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.