Demam Berdarah Renggut Puluhan Nyawa Anak di Yaman

Demam Berdarah Renggut Puluhan Nyawa Anak di Yaman

Salah seorang anak di Yaman (foto: PressTV)

Jakarta, Jurnas.com – Sebuah kelompok advokasi anak, Save The Children, mengatakan puluhan anak telah kehilangan nyawa karena penyakit demam berdarah di Yaman.

Kelompok tersebut menyebutkan epidemi di negara yang dilanda perang yang sektor kesehatannya tertatih-tatih di ambang kehancuran total karena militer yang dipimpin Saudi yang sedang berlangsung serangan gencar.

“Tujuh puluh delapan anak di bawah 16 tahun telah meninggal dalam wabah penyakit demam berdarah di Yaman, dengan lebih dari 52.000 kasus yang diduga tercatat di seluruh negeri,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan dilansir PressTV.

Kelompok bantuan menambahkan ini bisa menandakan awal epidemi.

Disebutkan bahwa total 192 orang meninggal di Yaman tahun lalu karena penyakit demam berdarah, dan sebagian besar kasus dilaporkan di kota-kota pelabuhan Hudaydah serta Aden.

“Hudaydah memiliki tingkat kematian tertinggi kedua di negara itu dengan 62 kematian orang dewasa dan anak-anak pada tahun 2019. Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” kata koordinator lapangan Save Children di Yaman, Mariam Aldogani.

“Lebih dari 40 staf kami termasuk keluarga mereka terkena demam,” Aldogani, yang sedang dalam pemulihan dari demam berdarah, menambahkan.

Kembali pada bulan November, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengumumkan bahwa Yaman sudah bergulat dengan epidemi demam berdarah.

Demam berdarah adalah penyakit yang menyakitkan dan melemahkan yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang berkembang biak di air yang tergenang.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan kampanye yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama empat setengah tahun terakhir.

Perang juga telah mengambil banyak korban pada infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik.

PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem.

TAGS : Demam Berdarah Puluhan Anak Yaman

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/65834/Demam-Berdarah-Renggut-Puluhan-Nyawa-Anak-di-Yaman/

Related Articles