Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Di KTT, Indonesia Ajak Asean Serius Melindungi Pekerja Migran
    News

    Di KTT, Indonesia Ajak Asean Serius Melindungi Pekerja Migran

    November 13, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Di KTT, Indonesia Ajak Asean Serius Melindungi Pekerja Migran 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Di KTT, Indonesia Ajak Asean Serius Melindungi Pekerja Migran

    Menaker M Hanif Dhakiri menerima kunjungan Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr di kantor Kemnaker, Rabu 12 April 2017

    Jakarta – Pada Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-31 yang digelar di Manila, Philipina, 12-14 November 2017, Indonesia kembali meminta komitmen kuat dari para anggota Asean dalam melindungi dan mempromosikan hak-hak pekerja migran. Salah satu agenda KTT adalah Penandatanganan Konsensus Asean tentang Perlindungan dan Promosi Hak-hak Pekerja Migran, yang akan ditandatangani sepuluh kepala negara Asean. Penandatangan dilakukan pada hari kedua KTT. Seluruh menteri ketenagakerjaan Asean juga menyaksikan.

    “Tak hanya disepakati sebagai konsensus. Indonesia mendorong seluruh negara Asean benar-benar mengawal dan memiliki komitmen yang sama dalam mengimplementasikan consensus melalui action plan terkait perlindungan pekerja migran dan keluarganya. Baik yang legal maupun yang tidak berdokumen,” kata Menteri Ketenagakerjaan sebelum menghadiri pembukaan KTT di Manila, Senin, 13 November 2017 sebelum bertolak ke Manila.

    Selama 10 tahun, Indonesia memperjuangkan agar Asean mempunyai komitmen serius dalam melindungi pekerja migran. Pembahasan dari sidang ke sidang berlangsung alot karena perbedaan dua kepentingan antara negara pengirim pekerja migran dan negara penerima. “Namun dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia berhasil mendesak negara Asean menyepakati dokumen tersebut,” kata Menaker.

    Menaker menjelaskan, butir-butir penting dalam instrument konsensus tersebut antara lain, perlindungan tak hanya pada pekerja migran, tapi juga keluarganya . Hal ini selaras dengan Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya, dimana Indonesia juga telah meratifikasinya melalui UU No. 6 Tahun 2012. Perlindungan juga diberikan kepada pekerja migran undocumented, yakni pekerja migran yang masuk dan tinggal untuk bekerja di suatu negara secara ilegal, serta pekerja migran yang awalnya legal namun berubah menjadi illegal.

    Adapun hak-hak dasar pekerja migran dan keluarganya mencakup: mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya, menyimpan dokumen pribadi, termasuk paspor dan dokumen izin kerja, kesetaraan di mata hukum ketika ditahan atau dipenjara saat menunggu masa sidang atau ketika ditahan untuk alasan lainnya. Mereka juga mempunyai hak menyampaikan keluhan kepada otoritas terkait, serta mendapatkan bantuan dari Perwakilan Pemerintah di negara penempatan. Dinegara penempatan, pekerja migran juga bebas berpindah tempat kerja.

    Selain itu, pekerja migran dan keluarganya juga memperoleh hak akses informasi terkait pekerjaan, kondisi kerja, kontrak kerja, perlakukan adil di tempat kerja, mendapatkan akomodasi, tunjangan dan penghasilan yang layak dan adil.

    Konsesnsus itu juga menjelaskan bahwa pekerja migran bebas mengirimkan pendapatan dan simpanannya melalui cara pengiriman esuai aturan yang berlaku di negara penempatan. Mereka juga bebas berkumpul dan berserikat dengan asosiasi/organisasi pekerja sesuai aturan yang berlaku di negara penempatan.

    Ide konsensus Asean tentang perlindungan terhadap pekerja tercetus sejak KTT Asean ke-12, tahun 2007 di Cebu, Filipina, yang dikenal sebagai “Cebu Declaration”. Cebu Declaration mengamanatkan bahwa Asean perlu memiliki instrumen yang melindungi dan mempromosikan hak-hak pekerja migran.

    Meski instrumen tersebut dihasilkan secara konsensus, lanjut Menaker, namun instrumen ini memiliki mekanisme review untuk menjamin pelaksanaan instrumen ini menuju ke arah dokumen yang legally binding. Selain itu, dokumen ini akan diikuti action plan yang akan disusun bersama dibawah senior labour official meeting.

    TAGS : Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/14681/Di-KTT-Indonesia-Ajak-Asean-Serius-Melindungi-Pekerja-Migran/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRibuan Demonstran Tolak Kehadiran Trump di Filipina
    Next Article Cak Imin Berpeluang Unggul di Kalangan Pemilih Muda
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.