Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Di Tengah Kritik PCR, Dahlan Iskan Singgung GeNose
    News

    Di Tengah Kritik PCR, Dahlan Iskan Singgung GeNose

    October 30, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Di Tengah Kritik PCR, Dahlan Iskan Singgung GeNose 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan hasil negatif Covid-19 melalui tes PCR bagi penumpang perjalanan transportasi udara menimbulkan banyak kritikan di masyarakat. Sebab, harga tes PCR yang sempat mahal sampai Rp 1 juta saat ini bida diturunkan menjadi Rp 300 ribu setelah mendapat perintah dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyinggung terkait penggunaan GeNose C19 yang sempat digunakan beberapa waktu lalu. Bahkan, sempat menjadi syarat bagi perjalanan kereta api. Alat pendeteksi melalui hembusan nafas tersebut merupakan hasil dari inovasi teknologi.

    Dahlan menyayangkan, alat kesehatan hasil teknologi Covid-19 ciptaan hasil karya anak bangsa tidak didukung dan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan saat pandemi berlangsung.

    “Suasana Covid-19 ini begitu hebatnya kok tidak muncul kehebatan di bidang lain misalnya GeNose, dan sama sekali kita tidak menemukan jejak di bidang kesehatan,” ujarnya dalam sebuah webinar, dikutip Sabtu (30/10).

    Dahlan Iskan menyebut, ekosistem teknologi ciptaan anak bangsa hingga saat ini sulit berkembang karena terkendala oleh sulitnya bahan baku hingga biaya. Kendala alat GeNose sendiri terkait dengan bahan baku dibeli dalam jumlah kecil karena permintaannya sedikit.

    “Waktu itu saya tau persis GeNose bicara panjang dengan Prof Fuad intinya sulit membeli bahan baku,” ucapnya.

    Sayangnya, pengembangan dan produksi alat GeNose juga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Akhirnya uang yang dimiliki seolah-oleh dihambur-hamburkan. Profesor Fuad menyebut, pihak yang memproduksi GeNose dan Universitas Gajah Mada (UGM) sendiri tidak memiliki cukup dana untuk membeli bahan baku dalam jumlah besar.

    “Waktu itu kenapa tidak merayu pemerintah supaya pemerintah order dalam jumlah yang cukup katakanlah 1 kontainer. Sehingga, impornya bisa sekaligus bisa lebih murah,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, GeNose merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas yang dihembuskan oleh seseorang. Alat ini dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bisa mendeteksi partikel spesifik pengidap Covid-19 yang dikeluarkan pasien.

    Alat ini bukan mendeteksi virusnya, tapi senyawa yang secara spesifik berbeda yang dikeluarkan orang pengidap Covid-19. Teknologi AI menganalisis dan memberikan hasil screeningnya.

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTim JKW-PWI masuki wilayah etape pertama dalam turing kebangsaan
    Next Article Kerja Keras Diapresiasi Agensi Kesehatan AS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.