Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Digambarkan Sebagai Pembasmi Etnis, Turki Kecam Majalah Prancis
    News

    Digambarkan Sebagai Pembasmi Etnis, Turki Kecam Majalah Prancis

    October 24, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Digambarkan Sebagai Pembasmi Etnis, Turki Kecam Majalah Prancis

    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: AP)

    Ankara, Jurnas.com – Pemerintah Turki kecam sampul pajalah Prancis, Le Point, karena menggambarkan Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang “pembasmi” etnis.

    “Sangat jelas mengapa mereka (Prancis) menyerang presiden (Recep Tayyip Erdogan). Mereka panik karena permainan mereka dikacaukan dan bidak mereka di Suriah, PKK (kelompok teror YPG), dipukul telak,” cuit Kalin via Twitter.

    Majalah itu menuding Turki melakukan pembersihan etnis, sementara Prancis sendiri menjajah Aljazair, Gabon, Mauritania, Senegal, Guinea, Kongo, Tunisia, Komoro, Madagaskar, Djibouti, Mali, Benin, Chad dan Maroko, membantai ribuan orang, terlibat dalam perdagangan budak, dan menutup mata terhadap genosida Rwanda.

    “Masa penjajahanmu sudah berakhir,” tukas Kalin, dan menekankan bahwa orang Kurdi tidak pernah dan tidak akan menjadi sekutu mereka.

    Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberangus teroris dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi para pengungsi Suriah, dan menjamin integritas wilayah Suriah.

    Baca juga.. :

    • Erdogan Buktikan Negara Barat Dukung Teroris di Timur Tengah
    • Turki Ancam Hancurkan Kepala Pasukan Kurdi di Suriah
    • Erdogan Buang Surat Trump ke Tempat Sampah

    Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi. (AA)

    TAGS : Majalah Prancis Le Point Recep Tayyip Erdogan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/61458/Digambarkan-Sebagai-Pembasmi-Etnis-Turki-Kecam-Majalah-Prancis/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWagub Cok Ace Ajak Pemerintah Hungaria Kerjasama di Bidang Pengelolaan Sampah
    Next Article Uzbekistan Bakal Tingkatkan Ekspor Produk Minyak dan Gas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports
    • X Down Hari Ini Jadi Sorotan, Pengguna Tak Bisa Login dan Refresh Timeline
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.