Diinisiasi Gubernur Koster, Marigold Sudamala Miliki 7 Varietas

Diinisiasi Gubernur Koster, Marigold Sudamala Miliki 7 Varietas
Marigold Sudamala berwarna merah dan putih dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bunga masyarakat Bali yang cukup besar. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Bali kini memiliki varietas bunga Marigold atau Gemitir sendiri. Hasil uji coba peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memiliki beberapa jenis warna. Varietas ini diberi nama Gemitir Bali Sudamala dan dikembangkan di Banjar Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti.

Bunga Gemitir Sudamala Bali ini mempunyai tujuh varietas. Yakni warna merah, putih, kuning, emas 1 dan 2, serta orange 1 dan 2.apa itu tagline

Rektor IPB, Prof.Dr. Arif Satria mengatakan, varietas bunga gemitir Sudamala ini adalah varietas terbaru asli pembibitan pertama atas inisiasi Gubernur Bali Wayan Koster. Pengembangannya juga mendukung target dari Pemerintah Provinsi Bali, di tahun 2024, seluas 71 ribu hektare tanaman padi sawah di Bali sudah memberlakukan sistem organic farming.apa itu brand positioning

“Mengembalikan alam dengan perlakuan organik, ini merupakan revolusi pertanian baru Indonesia yang tentunya bisa dimulai dari Bali, dan kami dari IPB tentu akan terus memberikan dukungan untuk hal tersebut,” terangnya, disela-sela peluncuran varietas gemitir Bali Sudamala, Selasa (8/8).

Dengan adanya pengembangan varietas baru, diharapkan bisa menguntungkan dari sisi ekonomi. Apalagi, konsumsi bunga Gemitir cukup tinggi, terutama saat hari raya keagamaan Hindu, seperti Galungan dan Kuningan. Gemitir bisa juga dibuat menjadi produk bernilai ekonomi seperti teh, kue, maupun perawatan wajah.

“Ini harapan baru pertanian di Indonesia. Kami di IPB mengakui membina petani organik memang sulit. Namun kami siap mensuport untuk menggerakkan pertanian organik di Bali,” tegasnya.

Hasil gemitir jenis baru ini bisa menekan angka impor bibit tanaman yang sama dari Thailand. Seperti dibeberkan Gubernur Bali, angka pengembangan benih gemitir hanya Rp 3 Miliar, sedangkan impor tanaman yang sama menghabiskan biaya Rp 30 miliar per tahun

Sementara itu Prof.Dr.Ir. Muhammad Syukur, peneliti dari IPB mengatakan, pengembangan benih Gemitir untuk warna baru dilaksanakan selama tiga tahun dan menghasilkan varietas warna merah hingga putih. Saat ini ia masih memiliki pekerjaan rumah untuk membuat varietas gemitir Sudamala berwarna hitam.

“Varietas berwarna merah masih belum stabil perlu dimatangkan lagi dan penyempurnaan genetik. Dan ini varietas pertama di Indonesia yang dihasilkan dan dirakit di dalam negeri. Karena selama ini 9 varietas semuanya import,” ucapnya. (Puspawati/balipost)

Credit: Source link

Related Articles