Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»"Dinasti" Setnov dan Pengakuan Perusahaan Fiktif
    News

    "Dinasti" Setnov dan Pengakuan Perusahaan Fiktif

    November 7, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    "Dinasti" Setnov dan Pengakuan Perusahaan Fiktif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    "Dinasti" Setnov dan Pengakuan Perusahaan Fiktif

    Setya Novanto (JN)

    Jakarta – PT Murakabi Sejahtera ternyata merupakan perusahaan fiktif atau abal-abal. Perusahaan yang sahamnya disebut-sebut dimiliki oleh keluarga Setya Novanto itu ternyata hanya dibuat untuk mengikuti lelang sebuah proyek.

    Demikian terungkap saat mantan Dirut Murakabi Deniarto Suhartono bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/11/2017).

    Salah satu lelang yang diikuti adalah proyek e-KTP tahun 2011-2013.‎ “Iya (fiktif). Saya sebetulnya juga tidak begitu setuju Yang Mulia,” ungkap saat bersaksi.

    Dikatakan Deniarto, pembentukan PT Murakabi ini melalui akta notaris. Saham Murakabi mayoritas dimiliki oleh PT Mondialindo Graha Perdana. Saham Mondialindo sendiri dimiliki oleh putra Novanto, Reza Herwindo dan dimiliki istri Novanto, Deisti Astriani.

    Sedangkan saham PT Murakabi dimiliki putri Novanto bernama Dwina Michaela dan keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Di PT Murakabi, Irvanto diangkat sebagai direktur. ‎

    Meski tercatat dalam akta notaris, nilai saham-saham tersebut ternyata fiktif. Pasalnya, masing-masing pemegang saham tidak pernah menyetorkan modal kepada PT Murakabi.

    Hal itu membuat ‎anggota majelis hakim Anshori Syaifuddin curiga. Pasalnya, PT Murakabi tanpa modal apa pun dan saham yang fiktif berani mengikuti lelang proyek pemerintah senilai Rp 5,9 triliun. ‎PT Murakabi s‎aat mengikuti tender e-KTP diketahui ‎mencantumkan dokumen yang menjelaskan seolah-olah PT Murakabi memiliki modal aktiva sebesar Rp 20 miliar.

    Selain di PT Murakabi, Deniarto juga menjabat sebagai Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

    Dua perusahaan itu berkantor ‎di Lantai 27 Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan. Selain dua perusahaan itu, ternyata 12 perusahaan lain tercatat berkantor di lokasi tersebut. ‎Kantor yang dimiliki Setya Novanto itu hanya diisi oleh tiga orang pegawai.
    ‎‎
    “Sebetulnya, waktu itu setiap ada proyek terus kami bikin perusahaan. Jadi tiap kali ada proyek bikin perusahaan,” ujar Deniarto.

    Banyaknya perusahaan di lokasi yang sama itu dipandang janggal oleh majelis hakim. Terlebih,‎ Deniarto menyebut setiap perusahaan tersebut hanya berisi tiga orang. Selain Deniarto, ada pengusaha lain bernama Siprus dan Heru Taher. Ketiganya juga selaku pemegang saham. ‎

    Ketua majelis hakim Jhon Halasan Butar Butar menduga masing-masing perusahaan tersebut dibuat untuk melakukan kebohongan. Sebab, s‎etiap perusahaan tanpa dilengkapi kemampuan dan kapabilitas yang cukup, berusaha mendapatkan uang melalui proses tender.

    “Saya minta maaf. Itu kelemahan saya, waktu itu saya mau saja,” tutur Deniarto.

    Dalam kasus korupsi e-KTP, PT Murakabi pernah menjadi salah satu konsorsium peserta lelang proyek e-KTP. Atas pengaturan Andi Agustinus alias Andi Narogong, PT Murakabi hanya sebagai perusahaan pendamping, ‎tapi mendapat sub kontrak pengerjaan dari pemenang tender yakni PNRI.

    TAGS : E-KTP Setya Novanto

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/24366/Dinasti-Setnov-dan-Pengakuan-Perusahaan-Fiktif/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIstri Teroris Marawi asal Indonesia ini Dikabarkan Sehat
    Next Article Topan Damrey di Vietnam Tewaskan 14 Orang dan 19 Orang Hilang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.