Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Dirjen Vokasi Undang Praktisi Mengajar 100 Jam per Prodi
    News

    Dirjen Vokasi Undang Praktisi Mengajar 100 Jam per Prodi

    July 10, 2020Updated:July 11, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dirjen Vokasi Undang Praktisi Mengajar 100 Jam per Prodi

    Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Wikan Sakarinto (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wikan Sakarinto, mengundang para praktisi dan profesional untuk mengajar di perguruan tinggi vokasi.

    Wikan mengatakan nantinya para praktisi baik dari dalam maupun luar negeri tersebut, diberikan waktu 50-100 jam per program studi (prodi) dalam satu semester.

    “Kalau ditotal harusnya bisa 100 jam. Secara aturan sudah ada, dia bisa mengajar mata kuliah teori maupun praktik. Kalau yang tidak ingin ada syarat, bisa jadi dosen tamu, karena cuma butuh surat tugas perusahaan,” kata Wikan dalam konferensi video bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) pada Jumat (10/7).

    Menurut regulasi yang ada saat ini, lanjut Wikan, praktisi bisa mengajar di perguruan tinggi vokasi dengan menggunakan sejumlah skema.

    Pertama, skema dengan menggunakan Nomor Urut Pengajar (NUPK). Dengan sistem ini, praktisi yang bersangkutan sudah bisa mengajar untuk satu semester.

    Baca juga.. :

    • SKS Praktik di Kampus Vokasi Akan Digeser ke Akhir
    • Kemdikbud Dorong Pelajar SMK Kuasai Soft Skill
    • Wacana Kemdikbud Geser Mata Kuliah Praktik di Kampus Vokasi

    “Lebih tinggi lagi NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus). Nanti ini menjadi dosen tamu tetap, tapi bukan dosen umum,” lanjut Wikan.

    Wikan melanjutkan, perbedaan memilih NUP dan NIDK terletak pada ruang gerak praktisi tersebut di perguruan tinggi. Bila NUP hanya bisa mengajar, NIDK bisa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk dalam hal ini penelitian dan pengabdian masyarakat.

    “Kemudian ada juga skema dosen tamu. Ini yang sekali datang,” papar dia.

    Wikan menambahkan, untuk mengundang ekspertis ke perguruan tinggi, sebaiknya kampus maupun sekolah vokasi terlebih dahulu duduk bersama dengan industri, terkait penyusunan kurikulum sebagai bagian dari pernikahan massal vokasi dan dunia usaha dan industri.

    “Kampus harus berani aktif untuk mengajak untuk mengajar. Tapi kalau kurikulum tidak cocok, ya susah. Makanya mulai dari kurikulum dulu,” tandas Wikan.

    TAGS : Praktisi Industri Wikan Sakarinto Dirjen Vokasi

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75219/Dirjen-Vokasi-Undang-Praktisi-Mengajar-100-Jam-per-Prodi/

     

    Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here Click Here

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article"Merdeka Belajar" Milik Swasta, Kemdikbud Bayar Royalti?
    Next Article Ini Penjelasan Kemenag Soal Kurikulum PAI Baru di Madrasah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.