Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Disentil Terlalu Pesimis, Target PAD Bali Ditambah
    Ekonomi

    Disentil Terlalu Pesimis, Target PAD Bali Ditambah

    October 19, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Disentil Terlalu Pesimis, Target PAD Bali Ditambah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Disentil Terlalu Pesimis, Target PAD Bali Ditambah 2
    Sugawa Korry saat menghadiri rapat di DPRD Bali. (BP/Istimewa)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pascadisentil pesimis oleh DPRD Bali, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2021 akan ditambah. Kendati, berapa besarannya masih dihitung.

    Untuk diketahui, rancangan awal PAD 2021 adalah sebesar Rp 2,9 triliun lebih atau menurun Rp 529 miliar dibanding tahun 2020 yang dipasang sebesar Rp 3,4 triliun lebih. “Masih dihitung itu semua, berapa jumlah final kenaikannya itu tidak ditambahkan pada defisit. Tapi ditambahkan pada pendapatan daerah,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry usai digelarnya rapat pembahasan KUA-PPAS Tahun 2021 di gedung dewan, Senin (19/10).

    Menurut Sugawa Korry, kenaikan target PAD 2021 tidak didorong terlalu besar. Namun hanya di kisaran Rp 50 miliar sampai paling tinggi Rp 100 miliar, bahkan mungkin bisa kurang dari itu.

    Sebab, asumsi yang dipakai adalah dampak pandemi Covid-19. “Tapi kita mempunyai optimisme bahwa di tahun 2021, kondisi ekonomi sudah lebih baik karena vaksinasi sudah berjalan dan sebagainya,” jelas Politisi Golkar ini.

    Kenaikan target PAD, lanjut Sugawa Korry, tidak lepas untuk mendukung penambahan anggaran bagi sektor pertanian dan peternakan. Pada sektor pertanian utamanya diprioritaskan untuk membantu bibit dan pupuk komoditas ekspor seperti manggis, porang, vanili, kakao dan lainnya.

    Kemudian, sektor peternakan khususnya untuk membantu para peternak babi yang sempat mengalami musibah penyakit. Mengingat sebelumnya ada banyak babi mati lantaran terkena virus. “Yang lain-lain, salah satunya untuk anggaran tak terduga. Kami juga mengusulkan swab dan rapid test dibebaskan pada hal-hal tertentu. Apakah memungkinkan sesuai aturan,” pungkasnya. (Rindra Devita/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGaya Sporty Jennifer Lopez yang Serba Hitam saat Santai di Kolam
    Next Article Hilangnya Partisipasi dan Pengawasan Publik dalam UU Ciptaker
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.