Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Diskusi Bedah Buku, Yudi Latief Soroti Demokrasi di Indonesia
    News

    Diskusi Bedah Buku, Yudi Latief Soroti Demokrasi di Indonesia

    March 12, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Diskusi Bedah Buku, Yudi Latief Soroti Demokrasi di Indonesia

    Jakarta, Jurnas.com- Indonesia dirasa perlu menimbang ulang apakah demokrasi yang dijalaninya saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Perlu dipertanyakan ulang apakah bangsa ini semakin sadar akan persatuan atau malah semakin banyak potensi konflik, dan apakah semakin terbangun keadilan sosial atau kesenjangan sosial semakin tinggi. Hal ini dipaparkan mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latief dalam sambutan pembukaan diskusi dan bedah buku `Sistem Demokrasi Pancasila` dan buku `Sistem Ekonomi Pancasila` yang ditulis oleh Sunarto Sudarno, Subiakto Tjakrawerdaya, Setia Lenggono, Lestari Agus Salim, Budi Purwandaya, Muhammad Karim, Djafar, Diana Fawzia dan Ganjar Razuni di Jakarta, Rabu (11/3) kemarin.

    “Untuk mendapat sumber daya manusia dan demokrasi yang baik, para pendiri bangsa telah menemukan kombinasi antara election dan selection,” jelas Yudi.

    Menurutnya, bahkan Iran pun sejatinya meniru konsep Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia versi sebelum amandemen, dimana golongan minoritas, seperti Yahudi dan Zoroaster juga memiliki perwakilan. Dalam peluncuran buku yang bertepatan dengan 54 tahun terbitnya Surat Perintah 11 Maret itu, hadir pula beberapa pengulas lain, yaitu Prof. Dr. Sofyan Effendi, Prof. Dr. Maria Farida, Dr. Alfan Alfian, Prof. Dr. Ahmad Erani, serta Prof. Dr. Sri Edi Swasono.

    Diskusi Bedah Buku, Yudi Latief Soroti Demokrasi di Indonesia

    Di sesi diskusi buku ini, para pembicara membahas perbandingan sistem ekonomi dan demokrasi saat ini dengan sistem demokrasi ekonomi Pancasila dan UUD 1945. Prof. Erani misalnya, ia menyampaikan bahwa dalam ekonomi Pancasila, ada sisi yang mencirikan berketuhanan. Salah satu cirinya dimana pemberian rangsangan moral haruslah senantiasa melampaui insentif material.

    Baca juga.. :

    • MK Batalkan Putusan KPU untuk Dapil Trenggalek
    • Koreksi Perencanaan Pembangunan Daerah Melalui Buku
    • Tol Laut Diklaim Berhasil Turunkan Disparitas Harga Kebutuhan Pokok

    “Di sini lah harusnya sila pertama dalam kegiatan ekonomi Indonesia. Perilaku borong, menimbun masker baru-baru ini sangat tidak mencerminkan perilaku sila pertama,” sesalnya.

    Ditambahkannya, semangat untuk saling menumbuhkan harus lebih tinggi daripada semangat saling mematikan. Nyatanya, saat ini kebijakan dan keadilan sosial hanya menyentuh sektor hilir, belum sampai di sektor hulu.

    “Contohnya, bagaimana membenahi porsi kredit bank BUMN yang faktanya 70 persen kreditnya disalurkan untuk pebisnis papan atas,” lanjutnya.

    Diskusi dan bedah buku ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Bulan Maret Bulannya Soeharto, Bapak Pembangunan Nasional yang bertema `Membangun Manusia Indonesia yang Seutuhnya`. Selain bedah buku, sebelumnya juga terlaksana lomba mewarnai, upacara peringatan dan akan ditutup dengan Pentas Kesenian dan event lari nasional Patriot Run 2020 yang rencananya akan dilakukan di Sentul, Bogor.

    TAGS : Bedah Buku Demokrasi Indonesia Yudi Latief

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/68828/Diskusi-Bedah-Buku-Yudi-Latief-Soroti-Demokrasi-di-Indonesia/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWabah Virus Corona Meningkat, Nasdem Minta Jokowi Lakukan Ini
    Next Article Hong Kong Tepis Kritik AS soal HAM
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.