Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Erdogan Tegaskan Tidak akan Hentikan Operasi Militer terhadap Turki
    News

    Erdogan Tegaskan Tidak akan Hentikan Operasi Militer terhadap Turki

    October 12, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Erdogan Tegaskan Tidak akan Hentikan Operasi Militer terhadap Turki

    Presiden Turki Tayyip Erdogan (Foto: Gulftoday)

    Ankara, Jurnas.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Ankara tidak akan menghentikan operasi militernya terhadap militan Kurdi di timur laut Suriah tidak peduli apa yang dikatakan negara lain.

    Pernyataan itu disampaikan sehari setelah berjanji akan membanjiri Eropa dengan jutaan pengungsi jika Uni Eropa menyebut serangan itu sebagai invansi.

    Pasukan militer Turki dan militan yang didukung Turki, Tentara Pembebasan Suriah (FSA) melancarkan invasi lintas-perbatasan yang terancam lama ke timur laut Suriah dalam upaya membersihkan militan Kurdi, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) menjauh dari daerah perbatasan.

    Ankara memandang YPG yang didukung AS sebagai sebuah organisasi teroris yang terikat dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang didirikan sendiri, yang telah mencari wilayah Kurdi yang otonom di Turki sejak 1984.

    YPG, yang merupakan sayap militer Partai Persatuan Demokratik Kurdi Suriah (PYD), merupakan tulang punggung dari apa yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi anti-Damaskus dari militan Kurdi yang didominasi.

    Baca juga.. :

    • AS Minta Turki Berhenti Serang Kurdi
    • Depkeu AS Sanksi Dua Pengusaha Asal Sudan
    • Dicuekin China Alasan Trump Deklarasikan Perang Tarif

    “Kami tidak akan pernah menghentikan langkah yang kami ambil terhadap PYD / YPG … Kami tidak akan menghentikannya, apa pun yang dikatakan orang,” kata Erdogan pada Jumat (11/10).

    Erdogan kembali berjanji bahwa operasi militer lintas perbatasan – yang disebut Operation Peace Spring – akan berlanjut sampai semua militan YPG menarik diri dari Suriah utara.

    “Pertarungan kami akan terus berlanjut sampai semua teroris bergerak lebih jauh ke selatan dari perbatasan sepanjang 32 kilometer yang disebutkan Donald Trump. Mereka akan meninggalkan daerah ini,” kata Erdogan, merujuk pada presiden AS dan daerah di mana para militan Kurdi beroperasi sekarang.

    Pada Kamis (10/10), Erdogan mengancam Uni Eropa karena mengutuk operasi Turki dan menyebutnya sebagai invasi. Ia mengakan akan mengizinkan 3,6 juta pengungsi Suriah yang tinggal di Turki selama beberapa tahun  menuju Eropa.

    Namun, negara-negara Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki atas ofensifnya di negara Arab, dengan marah menolak peringatan Erdogan yang akan membuka gerbang dan mengirim pengungsi ke Eropa jika tidak mendukung operasinya.

    Kemudian pada Jumat (11/10), Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan Trump telah memerintahkan para pejabat AS untuk merancang sanksi baru yang menyasar Turki atas serangan itu.

    Ia menambahkan bahwa Washington tidak mengaktifkan sanksi sekarang tetapi akan melakukannya jika perlu.

    Namun, Jumat malam, Kementerian Luar Negeri Turki, dalam menanggapi kemungkinan sanksi AS. Ia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Ankara akan membalas tindakan apa pun yang menentang upaya-upayanya untuk memerangi terorisme.

    “Turki bertempur dengan organisasi teroris yang menciptakan ancaman bagi keamanan nasionalnya. Tidak seorang pun boleh meragukan bahwa kita akan membalas  ke langkah apa pun yang akan diambil untuk melawan ini,” katanya.

    Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa 399 teroris PKK / PYD-YPG sudah dinetralkan sejak awal operasi. Militer Turki umumnya menggunakan istilah netralisasi untuk menandakan bahwa para militan menyerah atau dibunuh atau ditangkap.

    TAGS : Operasi Militer Amerika Serikat Uni Eropa Recep Tayyip Erdogan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/60769/Erdogan-Tegaskan-Tidak-akan-Hentikan-Operasi-Militer-terhadap-Turki/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePernyataan Soal Gaji dan Surga, Ini Klarifikasi Mendikbud
    Next Article Efek Negatif Membiarkan Anak Main Gadget
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.