Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Erupsi Gunung Agung, UGM Dirikan Posko Pengungsian Ternak
    News

    Erupsi Gunung Agung, UGM Dirikan Posko Pengungsian Ternak

    October 1, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Erupsi Gunung Agung, UGM Dirikan Posko Pengungsian Ternak 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Erupsi Gunung Agung, UGM Dirikan Posko Pengungsian Ternak

    Sejumlah warga mengamati Gunung Agung yang masih berstatus siaga dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali.

    Jakarta – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) turun tangan menyikapi erupsi Gunung Agung di Karangasem Bali sejak Sabtu (22/9/2017) lalu. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendirikan Posko Penyelamatan Ternak.

    “Fakultas Peternakan UGM mendirikan Posko Penyelamatan Ternak bersama ISPI, FPPTI, AINI, Gapuspindo, dan Persepsi,” ungkap Dekan Fapet UGM, Prof. Dr. Ali Agus, DAA, DEA dalam siaran persnya, Minggu (01/10/2017).

    Gunung Agung sendiri dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas dan sudah sampai status “awas”. Pemerintah menetapkan daerah dibawah radius kurang dari 12 km sebagai kawasan rawan bencana (KRB) 1 dan 2 untuk di kosongkan. Diperkirakan sekitar 70 ribu penduduk akan berpindah dalam barak pengungsian.

    Menurut Ali, bencana alam adalah hal yang tidak pernah diharapkan. Namun jika masyarakat dihadapkan pada fenomena tersebut, maka diperlukan suatu upaya agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Karena itu, tegas Ali, Fapet UGM terlibat dalam pendirian posko pengungsian bagi ternak. Posko didirikan di desa Ngis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. 

    “Keselamatan ternak menjadi bagian tak terpisahkan dari keselamatan manusianya. Karena itu, Fapet UGM terpanggil untuk berperan melalui posko bersama,” ucap dia.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fapet UGM, Bambang Suwignyo mengungkapkan, para pengungsi adalah peternak yang rela mengambil risiko masuk kawasan rawan bencana (KRB) untuk tetap memantau dan memberi pakan ternak-ternaknya. Oleh karena itu, selain posko pengungsian manusia juga diperlukan posko pengungsian ternak.

    “Di sisi lain, ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan membeli ternak penduduk dengan harga murah, hingga separuh harga normal,” terang Bambang dari Karangasem.

    Di lapangan, Tim Fapet UGM berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dinas Peternakan.

    “Bahwa saat ini ada 40 titik lokasi ternak disiapkan. Sebanyak 3.000 ekor sapi sudah di evakuasi dari 20 riba ekor yang ada. Sedangkan jumlah pengungsi sudah mencapai 144 ribu orang dari perkiraan hanya 70 ribu,” kata Bambang. 

    Menurut Bambang, saat ini sumber pakan hijauan yang lebih diutamakan, karena masih sangat kurang. Pun demikian sudah ada beberapa donor yang bersedia membantu memberikan konsentrat relative.

    “Walau so far, kita belum bisa memprediksi sampai berapa lama situasi darurat ini,” imbuh Bambang.

    Selain bersiap dengan stok pakan konsentrat, posko bersama juga menawarkan program edukasi pengurangan risiko bencana. Menurut Bambang, pihaknya mengsulkan program membuat pakan fermentasi dengan melibatkan para pengungsi.

    Membuat stock pakan fermentasi, kata Bambang, setidaknya akan mengurangi frekuensi peternaik naik ke KRB zona merah (0 sd 6 km) dan kuning (6 sd 12 km). Selain memberikan edukasi, pelibatan pengungsi juga dapat menjadi wahana interaksi dan mengurangi stress di pengungsian.

    “Pakan fermentasi dapat disimpan dalam waktu lama dengan tidak rusak, sehingga dapat untuk antisipasi stock andai erupsi berlangsung lama,” tandas Bambang.

    TAGS : UGM erupsi Gunung Agung Bali

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/22621/Erupsi-Gunung-Agung-UGM-Dirikan-Posko-Pengungsian-Ternak/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFilipina Sambut Ramah Kunjungan Trump
    Next Article Jokowi Minta Tak Ada Ruang untuk Ideologi Lain
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.