Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Fatayat NU Tolak Aksi Intoleransi, Pancasila jadi Amunisi
    News

    Fatayat NU Tolak Aksi Intoleransi, Pancasila jadi Amunisi

    July 24, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Fatayat NU Tolak Aksi Intoleransi, Pancasila jadi Amunisi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Fatayat NU Tolak Aksi Intoleransi, Pancasila jadi Amunisi

    Ketum Fatayat NU, Anggia Ermarini

    Jakarta – Aksi intoleransi antar umat beragama seperti kasus penistaan agama di Indonesia yang kian marak menjadi perhatian kalangan umat Islam. Pengamalan Pancasila harus menjadi amunisi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan, Fatayat NU sebagai badan otonom NU serta organisasi perempuan muda NU menolak segala bentuk kegiatan, aksi, gerakan serta pendidikan yang mengarah kepada terkikisnya rasa kebersamaan, kebhinekaan dan keberagaman.

    “Fatayat NU menolak sebagai bentuk kekerasan hingga menyebabkan perpecahan antara sesama yang dapat merusak kebersamaan dalam kebhinekaan ,” tegas Anggia, disela-sela acara halal bihalal pengurus Fatayat NU dan PBNU, Jakarta, Senin (24/7).

    Anggia menuturkan, untuk mengatasi kamajemukan hendaknya semua pihak saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Hal itu mengingat, Indonesia sebagai negara yang pluralisme.

    “Menghindarkan rasa saling curiga, rasa paling benar sendiri, mengembangkan kembali budaya yang sangat luhur dengan toleransi, ramah dan saling mencintai dengan sesama adalah kunci dari keberagaman,” terangnya.

    Untuk itu, Fatayat NU mengajak segenap elemen bangsa untuk menerpakan pengamalan Pancasila sejak dini dimulai dari lingkungan keluarga hingga ke masyarakat.

    “Melalui pendidikan terhadap keluarga, masyarakat lingkungan dan majelis taklim yang ada di seluruh Indonesia, nilai-nilai tersebut bisa menjadi amunisi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

    TAGS : Fatayat NU Perkawinan Anak PBNU Pancasila

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/19225/Fatayat-NU-Tolak-Aksi-Intoleransi-Pancasila-jadi-Amunisi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBuronan Paling Dicari di Australia Kelaparan, Ini Makanannya
    Next Article Teroris Gaza, Sebutan Israel untuk Pejuang Palestina
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.