Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gelar Festival Film Bertema Perdamaian tanpa Keadilan adalah Ilusi
    News

    Gelar Festival Film Bertema Perdamaian tanpa Keadilan adalah Ilusi

    November 18, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gelar Festival Film Bertema Perdamaian tanpa Keadilan adalah Ilusi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com- Jaringan GUSDURian akan menyelenggarakan Festival #BedaSetara. Event itu bagian dari peringatan Hari Toleransi Internasional, 16 November. Selama ini, peringatan Hari Toleransi selalu dilakukan setiap tahun oleh para pengagum dan pengikut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

    Selama hidup, Gus Dur memang dikenal sebagai tokoh humanis yang menyuarakan toleransi antarsesama umat manusia. “Kami melihat toleransi harus terus disuarakan karena di tengah masyarakat masih kerap terjadi tindakan intoleran,” ujar Jay Akhmad, koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Jumat (18/11).

    Jay Akhmad mengungkapkan, dari hasil riset beberapa lembaga seperti Setara Institute, menyebut bahwa kasus intoleransi masih tinggi. Terutama atas nama agama. “Keberagaman bisa menjadi anugerah, namun bisa juga jadi musibah apabila tidak dijaga dengan baik,” katanya.

    Menurut dia, cara menjaga toleransi adalah dengan tetap bersilaturahmi dengan siapa saja tanpa melihat latar belakang suku, agama, dan golongan. Nah, melalui Festival #BedaSetara, Jaringan GUSDURian mengajak semua pihak untuk sama-sama merayakan perbedaan.

    Sebenarnya, lanjut Jay Akhmad, pihaknya meyakini bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sangat toleran. Namun, selama ini masih jarang disuarakan. Karena itu, narasi intoleran masih lebih mendominasi. Dia berharap, Festival #BedaSetara menjadi salah satu kiat dari Jaringan GUSDURian untuk memperbanyak narasi toleransi di tengah masyarakat.

    Rencananya, Festival #BedaSetara akan diadakan di berbagai kabupaten/kota di Indonesia sepanjang November. Ada beragam kegiatan yang dilakukan. Di antaranya, diskusi tematik, forum silaturrahmi lintas agama, kampanye media sosial, hingga bedah film.

    Pada tahun ini, ada lima film yang akan diputar. Yakni, Lasem Kota Toleransi yang diproduksi RRI, Liyan karya Pungguh Windrawan, The Invisible Heroes produksi Narasi, Toleransi di Kampung Sawah Bekasi dari Kumparan, dan Tiga Agama Tetap Bersama’karya Fandi Akhmad.

    “Kami berharap festival ini menjadi langkah positif dalam menunjukkan wajah masyarakat yang beragam,” ucap Jay Akhmad. Dia juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi merawat keberagaman. Dengan demikian, Indonesia tetap menjadi rumah bersama bagi semua.

    Festival #BedaSetara pada tahun ini mengambil tema Perdamaian tanpa Keadilan adalah Ilusi. Jay Akhmad menjelaskan, tema tersebut diambil dari pernyataan Gus Dur yang cukup terkenal. Hal itu yang menjadi spirit festival bahwa perjuangan merawat toleransi harus disertai perjuangan menegakkan keadilan.

    “Toleransi bukan sekadar hidup berdampingan, namun juga memastikan akses yang setara bagi semua,” ujar Jay Akhmad.

    Dia menambahkan, Indonesia mengalami banyak pekerjaan rumah dalam upaya menegakkan keadilan. Oligarki, korupsi, ketimpangan sosial, dan perusakan lingkungan menjadi contohnya.

    Jay Akhmad juga menyebut toleransi menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari perilaku intoleran hingga toleransi yang dibajak. “Di media sosial, banyak pihak yang membawa kata toleransi justru untuk bertindak intoleran,” ujarnya.

    Tindakan itu berupa pelabelan dan stigmatisasi pada kelompok yang berbeda dengan sebutan tertentu. Situasi ini semakin pelik apabila dikaitkan dengan politik elektoral. Masyarakat seolah-olah terbagi menjadi kelompok toleran dan intoleran.

    “Padahal, kita harus bersikap kritis bahwa problem utamanya adalah soal keadilan,” pungkasnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTim Advokasi Untuk Kemanusiaan Lakukan Gugatan Class Action
    Next Article AKBP Dody Tanggapi Irjen Teddy soal Tukar Sabu Hanya Candaan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports
    • X Down Hari Ini Jadi Sorotan, Pengguna Tak Bisa Login dan Refresh Timeline
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.