Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gerindra dan Sri Sultan Sepakat, Demokrasi Sedang Hadapi Ujian
    News

    Gerindra dan Sri Sultan Sepakat, Demokrasi Sedang Hadapi Ujian

    October 20, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gerindra dan Sri Sultan Sepakat, Demokrasi Sedang Hadapi Ujian

    Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Fary Djemy Francis (tengah), dalam diskusi kebangsaan, di Press Gathering Pimpinan MPR dengan Wartawan Parlemen di Yogyakarta

    Jakarta – Fraksi Partai Gerindra di MPR RI sepakat dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X, demokrasi di tanah air sedang menghadapi ujian.

    Demikian disampaikan Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Fary Djemy Francis, dalam diskusi kebangsaan, di Press Gathering Pimpinan MPR dengan Wartawan Parlemen di Yogyakarta, Jumat (19/10).



    “Kami dari Fraksi Gerindra bersepakat dengan Sultan, bahwa saat ini demokrasi di Tanah Air sedang menghadapi berbagai ujian. Karena itu dibutuhkan sikap kedewasaan dalam menyikapi perbedaan,” kata Fary.

    Padahal, kata Fary, demokrasi adalah cara paling tepat dalam menjalankan roda bernegara. Dimana, kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Ironisnya, kadang demokrasi saat ini malah melahirkan beragam persoalan.

    Baca juga :

    • Sri Sultan Berharap Pilpres Beri Rasa Aman dan Damai
    • Mahyudin: Kita Harus Miliki Demokrasi Ala Indonesia
    • MPR: Keragaman Suku, Budaya, dan Agama Merupakan Kekuatan Persatuan

    “Seperti konflik horizontal, kampanye SARA, berita hoax, fitnah, money politics, dugaan keberpihakan penyelenggara dan lain sebagainya,” katanya.

    Semestinya, kata Fary, perbedaan dan perdebatan adalah hal biasa dalam demokrasi. Itulah sebabnya, bangsa Indonesia pun bisa besar karena perdebatan panjang para founding father.

    “Namun, perdebatan itu dilakukan bukan untuk menghancurkan, tetapi dengan semangat saling menguatkan,” tegasnya.

    Karena itu, kata Fary, pemerintah seharusnya berterima kasih kepada oposisi karena disaat pemerintah salah jalan, pihak oposisi lah yang meluruskan.

    “Jangan anggap oposisi sebagai musih berkompetisi, tetapi jadikan oposisi sebagai teman berdemokrasi,” terang Fary.

    “Negara Timur Tengah yang memiliki suku dan budaya nyaris sama kerap terlibat pertikaian dalam perbedaan. Sementara di Indonesia yang memiliki suku dan budaya bermacam-macam tetap bisa bersama-sama tanpa perpecahan. Inilah potret salah satu hikmah perbedaan,” demikian Fary.

    Sebelumnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X berbicara soal demokrasi di hadapan peserta press gathering MPR.

    “MPR agar merenung dan mengevaluasi 73 tahun Indonesia merdeka, perjalanan bangsa ini apakah sesuai dengan tujuan para founding father ketika mendirikan negara ini?” katanya.

    Sultan memberi contoh dalam penerapan demokrasi. Korea Utara punya demokrasi ala Korea Utara. Negara Tiongkok mengatakan demokrasi ala Tiongkok. Amerika mengatakan demokrasinya ala Amerika. “Mengapa kita tidak bisa mengatakan demokrasi ala Indonesia?” tanya Sultan.

    Misalnya, melibatkan oposisi dalam kabinet. “Jika ada orang di oposisi yang punya potensi, kenapa tidak masuk kabinet? Tidak ada yang dilanggar,” ujarnya memberi contoh.

    “Kalau dasarnya kebersamaan, bukan pemerintah dan oposisi, maka potensi orang-orang dalam oposisi bisa dimanfaatkan untuk membangun republik dengan kebersamaan,” imbuhnya.

    “Dengan kebersamaan dan tepo seliro, pemimpin harus memberi pelayanan tanpa diskriminasi. Memberi ruang bagi minoritas. Bukan demokrasi barat yang memberi batas mayoritas dan minoritas,” ucapnya.

    Dalam acara tersebut turut hadir juga Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, pimpinan fraksi di MPR di antaranya Fary Djemi Francis (Ketua Fraksi Gerindra), Arwani Thomafi (Ketua Fraksi PPP), Capt Jhoni Rolindrawan (Ketua Fraksi Hanura), Ayub Khan (Sekretaris Fraksi Demokrat), Agathi Sulie (Fraksi Partai Golkar), El Nino (Fraksi Partai Gerindra), dan Sesjen MPR Ma`ruf Cahyono serta Kepala Biro Humas Siti Fauziah.

    TAGS : Warta DPR Empat Pilar Press Gathering

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/42540/Gerindra-dan-Sri-Sultan-Sepakat-Demokrasi-Sedang-Hadapi-Ujian/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJangkar Bumi Riyadh Deklarasi Dukungan untuk Jokowi
    Next Article Sri Sultan Berharap Pilpres Beri Rasa Aman dan Damai
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.