Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 3 Ribu Meter
    News

    Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 3 Ribu Meter

    January 4, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 3 Ribu Meter 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 3 Ribu Meter 2
    Gunung Anak Krakatau erupsi pada Rabu (4/1). (BP/Antara)

    LAMPUNG, BALIPOST.com – Gunung Anak Krakatau, Lampung mengalami erupsi, Rabu (4/1). Peristiwa erupsi terjadi pukul 15:09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 3.000 meter di atas puncak (± 3.157 m di atas permukaan laut).

    Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi sementara ini ± 1 menit 37 detik.

    Kepala pos Pengamatan Gunung Api, Gunung Anak Krakatau Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suwardi, dikutip dari Kantor Berita Antara mengatakan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada level III. “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga),” kata Andi.

    Dia mengimbau untuk masyarakat, pengunjung dan wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer. “Masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak boleh mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif,” kata dia.

    Sementara itu, salah seorang kepala dusun Pulau Sebesi Riko mengatakan masyarakat Pulau Sebesi resah atas sering terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau.

    “Iya mas, kami warga merasa resah atas sering terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Riko saat dihubungi di Bandarlampung.

    Dia mengatakan warga sekitar masih trauma atas insiden tsunami 2018. “Kalau dibilang trauma pasti trauma mas, karena kan tsunami 2018 lalu akibat longsoran dari Gunung Anak Krakatau itu,” ujarnya.

    Aktivitas Gunung Anak Krakatau statusnya masih siaga. Warga diimbau tidak terpengaruh isu hoaks. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBoomingnya Lato-lato Membuat Lagu Danang DA Viral di Media Sosial
    Next Article Posko Angkutan Nataru Ditutup, Tercatat Mobilitas 10,31 Juta Penumpang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Apakah Prompt AI Bisa di Hak Cipta? Ini yang Perlu Diketahui Kreator
    • Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita
    • 7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.