Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gus Mis: Isu Ketuhanan Dipakai Sebagai Alat Politik Pecah Belah
    News

    Gus Mis: Isu Ketuhanan Dipakai Sebagai Alat Politik Pecah Belah

    July 8, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gus Mis: Isu Ketuhanan Dipakai Sebagai Alat Politik Pecah Belah

    Zuhairi Misrawi, Ketua Bamusi sayap PDIP

    Jakarta, Jurnas.com – Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi menyebut ada pihak-pihak yang menjadikan agama dan isu ketuhanan sebagai alat politik pecah belah untuk mencapai kekuasaan.

    “Ada pihak-pihak yang secara sengaja hendak menggunakan agama sebagai alat politik yang memecah belah dengan cara menghembuskan fitnah dan provokasi yang tidak bertanggungjawab. Ini tentunya sangat disayangkan, karena sangat jauh dari esensi Ketuhanan Yang Mah Esa,” ujar Zuhairi di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

    Pria yang akrab disapa Gus Mis ini menjelaskan, selama ini terjadi kesalahpahaman ketika istilah “Ketuhanan yang Berkebudayaan” digoreng, seolah-olah ingin mengubah sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.

    “Jadi ironis, soal ketuhanan ini justru dijadikan alat untuk memecah belah,” tegas ulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

    Gus Mis juga menyebut ada pihak-pihak yang berupaya secara sistematis, massif, dan terstruktur menyebarluaskan informasi sesat bahkan fitnah terhadap khazanah pemikiran Bung Karno.

    “Mereka ingin mengaburkan pemikiran dan jasa Bung Karno dalam menggali Pancasila. Padahal Bung Karno dalam Pidato Pancasila 1 Juni 1945 menegaskan pentingnya Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegasnya.

    Ia mengingatkan, istilah Ketuhanan yang Berkebudayaan sudah dijelaskan oleh Bung Karno sebagai berikut:

    “Bangsa Indonesia bukan saja bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan dengan Tuhannya sendiri. Yang Muslim bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al-Masih. Yang Budha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada pada mereka, dan begitu seterusnya agama-agama yang lain. Marilah kita semuanya bertuhan. Hendaknya negara Indonesia adalah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa”.

    Melalui pernyataan Bing Karno itu, lanjut Gus Mis, jelas sekali bahwa Indonesia bukan negara sekuler dan tidak akan pernah menjadi negara sekuler. Karena dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, hakikatnya setiap warga bertuhan.

    “Karena bertuhan, kita sejatinya mempunyai budi pekerti yang luhur, saling menghormati, saling menghargai, tidak egois, dan tidak pula fanatik,” tegasnya.

    “Cara bertuhan yang seperti itulah, menurut Bung Karno disebut ketuhanan yang berkebudayaan,” tegas Gus Mis.

    Dalam konteks itu pula, lanjut budayawan Nahdatul Ulama (NU) itu, umat Islam harus menjadi penggerak kemajuan dengan terus membangun harmoni di antara sesama, menumbuhkan cinta tanah air, dan mengejar ketertinggalan dengan cara mengembangkan ilmu pengetahuan.

    Ia pun memyebut NU dan Muhammadiyah sangat mendorong adanya harmoni, memperkuat solidaritas kebangsaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan selaras dengan cita-cita dan mimpi Bung Karno.

    Maka dari itu, Zuhairi menyayangkan jika belakangan ini ekspresi keagamaan di ruang publik hanya dijadikan sebagai instrumen politik yang memecahbelah tali kebangsaan kita yang selama itu sudah solid dan kukuh.

    TAGS : Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa Bung Karno

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75070/Gus-Mis-Isu-Ketuhanan-Dipakai-Sebagai-Alat-Politik-Pecah-Belah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemerintah Tiadakan Rekrutmen CPNS Tahun Ini
    Next Article Komisi X DPR: Mendikbud Harus Maksimalkan Akses Teknologi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.